oleh

Suku Ebu Dai Minta Area Waduk Mbay Diukur Ulang

Mbay, RNC – Belum adanya kejelasan soal luas pembangunan Waduk Mbay/Lambo, di wilayah Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, kembali dipersoalkan Suku Ebu Dai. Tak ingin persoalan itu berlarut – larut, Kapolres Nagekeo, AKBP Yudha Pranata, SIK, SH, mempertemukan perwakilan masyarakat adat Desa Labolewa dengan pihak PT. Waskita Karya dan PT. Brantas. Pertemuan yang dipimpin langsung Kapolres Yudha Pranata itu, berlangsung di Aula Mapolres Nagekeo, Selasa (1/3/2022).

Dalam pertemuan itu, Kapolres Yudha yang didampingi Kasat Intelkam, AKP Serfolus Tegu, membahas sejumlah hal terkait permasalahan di Desa Labolewa, khususnya pembangunan Waduk Mbay/Lambo. Kapolres Yudha Pranata menyampaikan beberapa point penting diantaranya; membahas hak atas tanah ulayat, serta batasan luas tanah yang terkena dampak. “Kehadiran Polri untuk menunjukan sebagai Harkamtibmas,” kata Kapolres Yudha seraya menambahkan, Polres Nagekeo akan mendukung dan mengawal setiap aspirasi masyarakat yang terdampak pembangunan Bendungan Mbay/Lambo.

Kapolres Yudha mempersilahkan perwakilan dari PT. Waskita Karya dan PT. Brantas, untuk berdiskusi serta memberikan solusi dari permasalahan yang dikeluhkan masyarakat adat setempat. Perwakilan kedua perusahaan itu minta dukungan semua pihak, agar kegiatan PSN bisa berjalan aman dan lancar. Terkait permasalahan pengukuran ulang, masyarakat disarankan berkordinasi dengan BPN Kabupaten Nagekeo.

Sebaliknya, masyarakat adat menyampaikan ketidak-puasan mereka atas pengukuran yang dilakukan BPN Nagekeo. Pasalnya, pada saat identifikasi pengukuran lahan, masyarakat tidak dilibatkan. Karenanya, masyarakat adat minta dilakukan pengukuran ulang dengan melibatkan mereka, terutama masyarakat yang terkena langsung dampak proyek tersebut. Apalagi, luas pembangunan Bendungan Mbay/Lambo selalu berubah – ubah, sehingga membingungkan masyarakat.

Kapolres Yudha Pranata meminta, permasalahan yang terjadi di internal Suku Ebu Dai, agar diselesaikan secara baik. Selaku Kapolres Nagekeo, Yudha Pranata mengaku siap membantu memfasilitasi aspirasi yang berkembang di masyarakat. Permintaan pengukuran ulang yang diminta masyarakat adat Suku Ebu Dai, Kapolres Yudha akan berkoordinasi dengan BPN Nagekeo. Dalam pertemuan itu akhirnya disepakati area Bendungan Mbay/Lambo seluas 617 hektar. Turut hadir dalam pertemuan itu, Kasat Reskrim, Kades Labolewa, tokoh adat dan masyarakat Desa Labolewa. (rnc15)

Baca Juga:  Dipanggil Ketua DPRD, Kades di Rote Ramai-ramai Membangkang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *