oleh

Wisuda ke-126, Rektor Maxs: Undana Siap Berkontribusi Maksimal untuk NTT dan Indonesia

Kupang, RNC – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc memipin wisuda doktor, magister, profesi dan sarjana periode Desember 2021. Untuk pertama kalinya Dr. Maxs memimpin wisuda usai dilantik Sesjen Kemendikbud menjadi Rektor Undana periode 2021-2025. Wisuda ke-126 Undana itu berlangsung di Auditorium Undana, Selasa (14/12/2021).

Hadir para anggota senat, perwakilan guru besar, sejumlah pimpinan tingkat rektorat, rohaniawan dan juga jajaran Dharma Wanita Persatuan Undana.

Rektor di hadapan 902 lulusan yang diwisuda, baik secara luring maupun daring, menyampaikan pidato berjudul Optimisme dan Transisi Disrupsi. Menurutnya, Undana saat ini berada pada awal transisi kepemimpinan dari Rektor Undana periode 2017-2021 kepada dirinya yang menjabat 2021-2025. Dr. Maxs menyebut, selama 8 tahun kepemimpinan Prof. Fred Benu, Undana telah mengalami kemajuan yang nyata dalam berbagai aspek, antara lain, manajemen (tata kelola), penataan aset, dan infrastruktur, peningkatan kuantitas dan kualitas SDM.

Dalam aspek manajeman, terjadi peningkatan status akreditasi prodi dari C menjadi B, dan dari B menjadi A. Undana juga berhasil meningkatkan status dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satker murni menjadi Satker Badan Layanan Umum (BLU). Di samping itu, pengesahan Organisasi Tata Kerja (OTK) baru Undana berdasarkan Permendikbudristek Nomor 25 tahun 2021. “Dari segi penataan aset, Prof. Fred Benu berani untuk merelokasi pemukiman dalam kampus, aset di luar kampus berhasil dipastikan status hukumnya, termasuk lahan utama kampus Penfui ini,” ungkapnya.

Dalam hal infrastruktur, jelas Dr. Maxs, Undana berhasil membangun gedung perkantoran maupun perkuliahan baru yang tersebar di beberapa fakultas, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sains dan Teknik (FST), Fakultas Peternakan (Fapet), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).

Baca Juga:  Task Force AIPT Undana Ikut Pendampingan Pengisian LKPT dan Penyusunan LED

Begitu pun dengan penunjang kompleks lahan kering (laker) satu dan dua, kompleks lab lapangan Oenitu, Student Centre, kompleks BPU, Klinik Rumah Sakit Hewan Undana, gedung Micro Teaching, ICT Centre, dan gadung Auditorium. Disamping gedung baru tersebut, lanjut Rektor Undana, ruang kelas pun direnovasi dan dilengkapi dengan perangkat teknologi pembelajaran modern.

“Semua yang telah dicapai dan dibangun oleh Prof. Fred Benu dan juga oleh Rektor Undana sebelumnya, merupakan suatu legacy yang perlu kita jaga, kita isi dan kembangkan, sehingga menjadikan Undana, suatu institusi pendidikan yang lebih maju, berkontribusi maksimal dan memberikan layanan prima excellent governance yang membanggakan, tidak saja bagi civitas akademika Undana, tetpi juga bagi masyarakat Indonesia dan dunia, khususnya NTT,” sambung mantan Wakil Rektor I Bidang Akademik itu.

Rektor juga membahas road map pengembangan jangka menengah dan jangka panjang Undana, yang saat ini harus disiapkan, di antaranya menjadi PTN BH dengan memenuhi lima syarat sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020. Selain itu, sebut Dr. Maxs, hasil publikasi internasional Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) juga harus tinggi, mahasiswa yang berkompetisi di tingkat nasional, kerjasama dengan dunia industry, lembaga atau masyarakat.

Rektor Undana memaparkan, pada periode 2030-2040, Indonesia akan mengalami masa bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produkf 15-64 tahun lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif. Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari jumlah penduduk yang diproyeksikan menjadi 297 juta jiwa. “Agar Indonesia dapat memetik manfaat dari bonus demografi tersebut, ketersediaan SDM usia produktif yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dari sisi pendidikan dan keterampilan, termasuk dalam keterbukaan pasar tenaga kerja,” urainya.

Baca Juga:  Empat Prodi Terakreditasi Internasional di Undana Tindak Lanjut Rekomendasi ASIIN

Untuk diketahui, pada wisuda ke-126 itu, Undana melepas 902 wisudawan/ti, yang terdiri dari 858 lulusan sarjana, 26 profesi 17 magister dan satu orang doktor. Secara keseluruhan, sejak Undana bediri tahun 1 september 1962, telah diluluskan 74.964 orang begelar diploma, sarjana, profesi, magister dan doktor.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *