oleh

Wujudkan SDM Handal, Yapeka Gelar Sertifikasi Pemandu Ecowisata

Iklan Demokrat

Kupang, RNC - Dalam rangka implementasi kegiatan proyek Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh masyarakat secara berkelanjutan di Laut Sawu yang merupakan paket 2 kegiatan CORMAP CTI–WB melalui Program Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/PPN BAPPENAS, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam (Yapeka) menggelar kegiatan Sertifikasi Pemandu Ekowisata” di Tropical Room, Sotis Hotel, Selasa (2/11/2026).

Ketua Yapeka, Akbar Digdo, mengungkapkan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kawasan konservasi perairan berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi ekowisata laut di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Iklan Dimonium Air

Potensi wisata di perairan TNP Laut Sawu meliputi wisata pengamatan mammalia laut, wisata selam, wisata selancar dan wisata pantai lainnya.

Sedikitnya, lebih dari 30 potensi lokasi wisata telah diidentifikasi di TNP Laut Sawu (BKKPN Kupang, 2015) yang meliputi kawasan pesisir/perairan Kabupaten Sumba Timur, kawasan pesisir/perairan selatan Manggarai Barat, kawasan pesisir/perairan Pulau Rote, Pulau Sabu, dan kawasan perairan/pesisir Kabupaten/Kota Kupang.

Menurutnya, letak TNP Laut Sawu yang dekat dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Labuan Bajo di Manggarai Barat, menambah besar potensi pengembangan pariwisata di sini.

Luasnya TNP Laut Sawu merupakan tantangan tersendiri dalam mengelola kawasan ini. Kawasan ini masih menghadapi ancaman dari beberapa kegiatan seperti penangkapan ikan dengan cara merusak, penangkapan biota laut dlindungi secara sengaja maupun tidak sengaja, polusi, penambangan pasir pantai, dan pengambilan karang.

Tingkat kesejahteraan masyarakat pada desa-desa sekitar TNP Laut Sawu yang masih rendah, menimbulkan tekanan, dan juga keharusan, pada pengelola untuk menunjukkan manfaat ekonomi dari kawasan ini.

Dalam hal ini pengembangan pariwisata dapat didorong sebagai salah satu pengembangan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar dengan penekanan tetap pada aspek pelestarian yang merupakan fungsi utama TNP Laut Sawu.

Baca Juga:  Andi Hidayat Rizal Pimpin PII Kota Kupang

Senada dengan Akbar, tim Yapeka lainnya, Warintoko sebagai Capacity Building Spesialis menambahkan tentang pentingnya ekowisata.

Ekowisata sebagai salah satu konsep atau kegiatan pariwisata berkelanjutan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan, pilihan yang dikembangkan untuk memastikan kelestarian sumber daya alam, jasa lingkungan dan pembangunan keberlanjutan di kawasan TNP Laut Sawu.

Kegiatan sertifikasi pemandu ekowisata tingkat pemula sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 61/MEN/III/2009 perihal Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Pariwisata Bidang Kepemanduan Ekowisata untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pariwisata kelompok masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Laut Sawu, terutama di lokasi kegiatan proyek CORMAP-CTI WB paket 2.

Pantauan RakyatNTT.com, kegiatan diikuti oleh 20 orang peserta berasal dari beberapa wilayah di NTT, yakni Sumba, Sabu, Rote, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Kegiatan uji sertifikasi tersebut digelar selama dua hari ( 02-03/11/2021) dan pantai Oesina dipilih menjadi lokasi ujian praktek bagi peserta yang dilakukan oleh LSP Parnas Surabaya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif provinsi NTT, Drs. TH. A. Messakh. M.Si yang hadir untuk membuka kegiatan dimaksud memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yapeka sebagai tim pelaksana uji sertifikasi pemandu ecowisata tahun ini di NTT.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh tim Yapeka. Kamipun sangat senang dengan adanya ujian sertifikasi pemandu ecowisata ini. Yapeka telah membantu program pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia agar mumpuni dibidang Pariwisata sebagaimana kita ketahui bahwa sektor Pariwisata merupakan prime mover atau penggerak utama di provinsi NTT,” tuturnya. (rnc07)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed