oleh

Banyak Fasilitas Publik di Kota Kupang Rusak, Kerugian Ditaksir Rp 50 Miliar

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Badai Seroja yang meluluhlantakkan Kota Kupang 4-5 April lalu membuat sejumlah fasilitas publik rusak berat. Sekolah, rumah sakit, puskesmas, infrastruktur jalan, jembatan, lampu jalan, trotoar, selokan hingga perkantoran dan rumah jabatan mengalami kerusakan.

Saat ini, Dinas PUPR Kota Kupang sedang mendata kerusakan-kerusakan tersebut. Kepada RakyatNTT.com, usai Rakor Pemulihan Kondisi Kota Kupang, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Hendrik Ndapamerang mengatakan saat ini terkait infrastruktur dan sarana umum menjadi prioritas untuk dilakukan pembenahan.

Iklan Dimonium Air

Oleh karena itu, Dinas PUPR melakukan koordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan data kerusakan yang valid. Ia juga turun langsung melakukan survei lokasi untuk mengetahui seperti kerusakan yang dialami.

Menurutnya, Pemkot akan duduk bersama untuk menghitung nilai kerusakan yang ditimbulkan akibat badai Seroja. Anggran yang digunakan nanti bisa disepakati melalui APBD atau meminta bantuan dari pemerintah pusat.

“Itu nanti dipilah-pilahkan, tetapi tentu teman-teman di lapangan sedang bekerja untuk kembali memperbaiki setiap fasilitas yang rusak,” katanya.

Hendrik menambahkan, dinasnya sudah mengambil langkah-langkah dengan mendata secara akurat kerusakan yang ada. Terkait anggaram menurut dia, bisa menggunakan Dana Alokasi Umum yang akan dianggarkan sebagai anggaran mendahului.

BACA JUGA: 475 KK Harus Direlokasi, Pemkot Kupang Siapkan Lahan di Manulai II

Hendrik mengatakan estimasi sementara anggaran yang digunakan untuk membenahi berbagai kerusakan fasilitas umum mencapai Rp 40 miliar hingga Rp 50 miliar.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang, Jefry Pelt mengatakan pihaknya siap melakukan penyesuaian anggaraan, bahkan rencana penggunaan anggaran mendahului.

Jefry menambahkan, Bappeda juga sudah menelusuri sistem, sehingga tidak ada kesulitan saat penganggaran. Pasalnya, prioritas utama yang harus dilakukan perbaikan adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Baca Juga:  Cari Kebutuhan di SPEKTRA FAIR Penuh Cuan Raih Diskon Angsuran Sebesar Rp500 Ribu

“Jadi prioritas satu ini kita lakukan untuk masyarakat dan fasos untuk membuka akses pelayanan publik,” ungkapnya.

Terkait pembenahan tersebut, Jefry menyampaikan dipastikan setiap fasilitas umum seperti marka jalan dan lampu penerangan jalan hingga ke lingkungan warga harus dibenahi kembali apabila mengalami kerusakan.

“Ini akan kita tindaklanjuti sampai dengan tingkat APBD murni, sebab sudah dilakukan musrenbang tingkat kelurahan, tapi masih ada musrenbang tingkat kecamatan sampai tingkat kota,” jelasnya.

(rnc04)

  • 130
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed