oleh

Bupati Mabar Disebut Pecundang, Kepala BTNK Dicap Penghianat

Labuan Bajo, RNC – Kontroversi wacana kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK), kembali menuai protes dari ribuan massa di Kota Labuan Bajo, Senin (18/7/2022). Mereka yang tergabung dari sejumlah asosiasi pariwisata dan warga setempat, melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif sebesar Rp 3.750.000 itu.

Pantauan RakyatNTT.com, massa aksi bergerak dari Kampung Ujung menuju Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Selanjutnya, massa aksi di bawah komando Korlap, Rafael Todowela, menyeruduk Kantor Bupati Manggarai Barat. “Kami hadir di hadapan bapak/ibu untuk melakukan penolakan terhadap kenaikan harga tiket masuk Kawasan Taman Nasional Komodo,” tegas Doni Parera saat orasi di Kantor BTNK.

banner BI FAST

Orator lainnya, Rafael Todowela, meminta Kepala BTNK, Lukita Awang, bertanggung jawab dan menemui massa aksi. “Keluar kau Awang, Awang Pecundang,” sebutnya. Meskipun didesak berkali-kali untuk menemui massa aksi, Lukita Awang tidak keluar. Hal itu makin memancing amarah massa. Alhasil, lima orang dari peserta aksi melakukan pengecekan di seluruh ruangan kantor, namun kepala BTNK itu tidak ditemui. Informasi yang dihimpun media ini, Lukita Awang berada di luar kota.

Tak berhasil ditemui, massa aksi menyebut kepala BTNK sebagai pengkhianat yang hendak menggadaikan Taman Nasional Komodo kepada kaum kapitalis. “Awang pengkhianat. Kau dibiayai negara, lalu kau bersepakat dengan kapitalis untuk menggadaikan Taman Nasional Komodo dengan dalih konservasi,” ujar seorang orator.

Selanjutnya, di Kantor Bupati Mabar, massa aksi mendesak Bupati Edi Endi, agar keluar menemui mereka. Massa aksi menolak permintaan bupati untuk melakukan audiensi di dalam ruangan. Massa aksi meminta bupati bertanggung jawab atas pernyataan setuju dengan kenaikan tarif TNK. “Suruh bupati Edi Endi turun, jangan jadi pecundang,” teriak massa.

Baca Juga:  KI NTT Gelar Sidang Sengketa Pemantau Keuangan Negara Melawan Pemkab Mabar

“Kau bilang setuju dengan kenaikan tiket, tapi kau tidak menemui kami di sini. Itu namanya penghianat,” sambung orator lainnya. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi terus mendesak Bupati Edi Endi keluar, namun sang bupati rupanya enggan menemui massa yang membludak. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *