oleh

Dasa Wisma Sa’ate jadi Model Kelompok Pemberdayaan Keluarga di NTT

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – Kelompok Dasa Wisma Sa’ate dari Kampung Bokela, Kecamatan Boawae mendapat piagam penghargaan dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Nagekeo, Eduarda Yayik Pawitra Gati.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan pada kegiatan deklarasi Dasa Wisma Model Sa’ate TP PKK Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae, Senin (7/6/2021). Pada kesempatan yang sama, Yayik juga membuka dengan resmi kegiatan industri rumah tangga berupa penyelupan benang alami.

Iklan Dimonium Air

Yayik mengapresiasi atas terselenggaranya program PKK melalui dasa wisma yang merupakan ujung tombak gerakan PKK. Ia juga menyampaikan selamat kepada kelompok Dasa Wisma Sa’ate yang ditetapkan sebagai Dasa Wisma Model Pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Kelurahan Natanage, Bonefasius Siga Ngole, pada kesempatan bermakana itu menyatakan, pemberdayaan terhadap kelompok dasa wisma perlu di-back up oleh kebijakan pemerintah daerah. Sebab selama ini fokus pemerintah lebih proyek fisik, jalan, rabat beton, perumahan dan lain-lain.

“Kita berharap anggaran pemerintah juga masuk pada unsur pemberdayaan kelompok lewat pelatihan-pelatihan maupun bantuan stimulan,” ujarnya.

PKK dan rumah tangga, kata Bonefasius, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dengan adanya kegiatan PKK tersebut, khususnya bapak-bapak sudah bisa memegang sapu. Dalam artian mereka tidak menjadi penonton dan berpartisipasi aktif mendukung para ibu kelompok dasa wisma.

Bonefasius menjelaskan, masing-masing dasa wisma mempunyai program unggulan bulanan dan mingguan. Namun ada juga kendala yang dihadapi setiap kelompok yakni soal manajemen kelompok. Untuk itu, ia berharap ada gerakan bersama lewat dasawisma dan RT dalam satu kawasan wilayah administrasi (kelurahan/desa) agara menjadi lebih baik.

Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu pada kesempatan tersebut mengatakan, industri rumah tangga menjadi salah satu tonggak penggerak ekonomi masyarakat. Terutama yang berbasis kearifan lokal dan budaya daerah.

Baca Juga:  Terdapat 9.552 Kasus Aktif Covid-19 di NTT, Berikut Data Per Daerah

Marselinus meminta anggota kelompok dasa wisma untuk menjaga kualitas produk industri rumah tangga. Salah satunya yakni tenun ikat.

“Jika kualitas dan mutunya dijaga secara baik, berapa pun harganya, pasti akan dibeli,” ungkap Marselinus. (rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed