oleh

Diduga Ancam Wartawan, Oknum ASN di Ende Dipolisikan

Iklan Demokrat

Ende, RNC – Mariani P. Diaz, ASN yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende dipolisikan 3 wartawan. Mariani diduga menghalangi dan mengancam awak media yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

Jumat (30/4/2021), 3 wartawan diantaranya Marselinus M. Feni  (Wartawan Metro TV,) Adrianus So (Wartawan Dypon Cyber) dan Teja Rango (Wartawan Koran NTT) resmi membuat laporan polisi di Polres Ende. Laporan tersebut tertuang dalam LP nomor STBL/78//IV/2021/Res Ende.

Iklan Dimonium Air

Teja Rango mengatakan, kejadian ini bermula ketika mereka meminta klarifikasi terkait dugaan korupsi dana bimbingan teknis (Bimtek) di Dinas P dan K Kabupaten Ende. Jumat pagi tepat pukul 09.30 WITA, mereka bertemu dengan staf bernama Mariani. Mereka sempat menanyakan perihal kuitansi pengembalian uang bimtek kepada sejumlah sekolah.

Namun Mariani menolak memberikan penjelasan kepada wartawan. Ia mengaku bukan porsi dan kapasitasnya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hanya saja, Mariani justru mengancam ketiga wartawan.

Merasa terancam, ketiganya segera memutuskan untuk melaporkan Mariani kepada pihak berwajib. “Kami merasa terganggu, sehingga kami laporkan masalah ini ke Polres Ende,” ujar Teja Ranggo.

Terpisah, Mariani yang dihubungi per telepon menyatakan bahwa dirinya siap memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut bila dipanggil polisi. ”Saya menunggu saja, karena saya merasa tidak bersalah,” ungkap Mariani. (rnc16)

Baca Juga:  Tes SKD PPPK di Ende Diikuti 372 Peserta, 2 Orang Positif Covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed