oleh

Jhon Oematan Gantikan Almarhum Cornelis Feoh di DPRD NTT

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Jhon Oematan bakal menjadi anggota DPRD NTT pengganti antar waktu (PAW) sisa masa jabatan 2019-2024. Jhon enggantikan posisi almarhum Cornelis Feoh, anggota DPRD NTT dari Fraksi Golkar yang meninggal pada 3 Januari 2021 lalu.

Pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu, Jhon Oematan dan almarhum Cornelis Feoh sama-sama bertarung di daerah pemilihan (Dapil) NTT II meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua. Di internal Golkar, Jhon meraih suara terbanyak kedua setelah Cornelis sehingga ia berhak menggantikan posisi yang ditinggalkan almarhum.

Iklan Dimonium Air

Kepada RakyatNTT.com, Jumat (19’2/2021), Sekretaris DPD I Golkar NTT Inche Sayuna menjelaskan, DPRD NTT sudah bersurat ke Partai Golkar untuk mempersiapkan dokumen administrasi pergantian antar waktu almarhum Cornelis Feoh.

“Golkar sudah mengurus proses pemberhentian almarhum Cornelis Feoh ke Jakarta sekaligus mengusulkan nama pengganti,” ujar Wakil Ketua DPRD NTT itu.

Menurutnya, sesuai aturan yang berlaku, pengganti almarhum adalah pemilik suara terbanyak kedua yakni Jhon Oematan. “Iya pak Jhon Oematan yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah pak Cornelis Feoh,” sebut politisi wanita asal TTS ini.

Sesuai informasi yang diterima, lanjut Inche, surat penggantian Cornelis dengan Jhon Oematan ke DPP Golkar sudah ditandatangani Ketua Umum, Airlangga Hartarto. Kendati demikian, DPD Golkar NTT belum menerima SK secara fisik. Jika suratnya telah ada, maka pihaknya akan menyerahkan ke DPRD NTT. Selanjutnya DPRD NTT akan menyurati KPU NTT untuk kepentingan verifikasi dan penelitian dokumen dari calon pengganti antarwaktu.

Jika dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon pengganti antarwaktu, berita acara serta surat PAW dari KPU akan disampaikan kepada pimpinan DPRD NTT dengan tembusan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Gubernur NTT serta beberapa pihak terkait lainnya.

“Jadi setelah terima SK fisiknya baru kita berproses ke DPRD NTT. Proses selanjutnya ke KPU NTT lalu ke Pemprov NTT untuk diajukan ke Kemendagri,” terang Inche. (rnc18)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed