oleh

Komisi V DPRD NTT Perjuangkan Alat Tes Swab PCR untuk RSUD Naibonat

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Komisi V DPRD NTT melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kupang untuk melihat langsung penanganan pasien covid-19.

RSUD Naibonat menjadi tujuan utama. Dalam kunjungan tersebut, RS milik Pemerintah Kabupaten Kupang itu belum memiliki alat swab PCR. Pihak Komisi V DPRD pun berencana akan memperjuangkan sarana tes swab ke Pemerintah Provinsi NTT, juga Komisi X DPR RI.

Iklan Dimonium Air

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor kepada RakyatNTT.com, Sabtu (27/2/2021).

Ansor mengatakan dalam kunker tersebut dirinya memantau pelayanan pasien covid-19 dan noncovid mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), pelayanan bayi, ruang isolasi bertekanan negatif, ICCU dan prosedur pelayaanan pasien BPJS.

Dia mengakui bahwa di RSUD Naibonat masih membutuhkan 1 mesin PCR dan pihaknya akan memperjuangkan agar RS tersebut bisa memilikinya agar lebih efektif pemeriksaan sampel covid-19.

BACA JUGA: Data Covid-19 NTT Sepekan: 38 Pasien Meninggal, 857 Sembuh, 870 Positif

“Akan kami koordinasi dengan Kemenkes melalui pak Melki Laka Lena Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,” ujar dia.

Selain ketiadaan mesin PCR, RS Naibonat pun kekurangan alat pelindung diri (APD), dan tabung oksigen. Terkait ini, pihaknya akan meminta dukungan Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Sementara itu, Direktur RSUD Naibonat dr. Erol Nenobais kepada RakyatNTT.com, membenarkan kunjungan Wakil Komisi V DPRD NTT Muhammad Ansor bersama Sekretaris Komisi III DPRD NTT Fredy Mui.

Menurutnya, kunjungan komisi V DPRD NTT untuk melihat penanganan covid-19 dan hal-hal yang perlu diperhatikan. Dalam kunjungan itu, pihaknya meminta tambahan ruang isolasi dan alat pemeriksaan PCR Covid-19 agar pasien tidak lama menunggu hasil swab. “Meminta alat PCR agar tidak menunggu lama kan PCR ini 4 sampai dengan 5 jam sudah ada hasil jadi tidak tunggu berhari-hari,” ujar dia.

Dia pun meminta penambahan tabung oksigen karena RS yang dipimpinnya sudah bisa melakukan pengisian oksigen. Ia juga meminta penambahan alat pelindung diri (APD) bagi para medis. (rnc18)

  • 37
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed