Borong, RNC - Untuk meningkatkan semangat literasi bagi generasi penerus bangsa, jurnalis RakyatNTT.com menggandeng Dinas PPO Manggarai Timur, memberikan sumbangan buku di sejumlah sekolah, di Lamba Leda Selatan.
Buku sumbangan itu berjumlah 12.000 buah, diperuntukkan bagi lima sekolah. Diantaranya, SDI Watu Kaur, SDI Nggari, SMP 7 Lamba Leda Selatan, SMP Setap Lento dan SDI Lento, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim)
Jurnalis RakyatNTT.com, Helinimus Men mengatakan, pendistribusian buku yang diberikan secara gratis di sejumlah sekolah di Matim, sejalan dengan misi pemerintah daerah yang tengah berupaya mendorong Kabupaten Matim, menjadi “Kabupaten Literasi”.
“Upaya ini tentu seirama dengan harapan Pemerintah Kabupaten Matim, yang terus berupaya menjadikan Matim sebagai Kabupaten Literasi”, kata Men, (sapaan kariib Helinimus Men). Berdasarkan survei UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat, hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.
“Selain itu, berdasarkan studi Most Littered Nation In the World, yang dilakukan Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke 60, dari 61 negara soal minat membaca,” ujar Men.
Bahkan, database Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Indeks Kegemaran Membaca pada 2020 memberikan hasil minat baca Indonesia masuk dalam poin 55,74 atau sedang. Tentu saja, hal ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk dapat meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat,” katanya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Sosial ONE HOPE Indonesia, Beny Nurdin, Jhon Lobo, dan jurnalis senior, Servatinus Mamilianus yang telah berupaya mendatangkan puluhan ribu buku ke Kabupaten Matim.
Men juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Matim, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga beserta jajarannya, yang turut berperan aktif dalam mengembangkan budaya literasi di Matim, khususnya di Lamba Leda Selatan, mulai dari tingkat pendidikan dasar.
Sementara Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Matim melalui Sekertarisnya, Rofinus Hibur Hijau, yang turut hadir saat penyerahan bantuan buku tersebut menjelaskan, ada tiga tugas utama dari pemerintah sebagai fasilitator, yaitu menyiapkan infrastruktur, meningkatkan mutu guru dan kualitas siswa melalui budaya literasi, dan menyediakan kurikulum yang sesuai dengan kondisi pendidikan.
Dikatakannya, kompetensi minimum merupakan kompetensi mendasar yang diperlukan oleh peserta didik, dalam mengembangkan kapasitas diri. Terdapat dua kompetensi yang diukur diantaranya membaca dan menulis (literasi) dan literasi matematika (numerasi).
“Dengan seringnya kita membaca, maka untuk berpikir logis dan sistematis, tentunya terealisasi. Karena sesungguhnya buku adalah jendela dunia, dan dengan membaca maka kita sudah membukanya,” kata Rofinus.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Sosial ONE HOPE Indonesia, yang turut mendukung Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dalam semangat literasi. (rnc19)














