oleh

Kapolres Rote Ndao Sidak Minyak Goreng ke Agen/Pengecer

Ba’a, RNC – Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita, SH, SIK, MH, didampingi Kasat Reskrim, IPTU Yeni Setiono, SH, Kasat Intelkam, IPTU Yohanes Doni Pedan, SE, Kasat Bimas, AKP Bambang Hartoyo, Kapolsek Lobalain, IPDA I Gede Putu Parwata, SH, Kabid Perdagangan, Jublina M. Miha Balo, serta Ahli Penguji Mutu, Agnes S. Laapan dari Disperindag, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke agen dan pengecer terkait ketersediaan minyak goreng di wilayah Roye Ndao, Selasa (22/3/2022).

Sidak ketersediaan minyak goreng dilaksanakan ke Toko Aisyah, UD. Cahaya Mulia, dan RF Mart. Kepada pemilik Toko Aisyah, Arifuddin, pemilik UD. Cahaya Mulia, Adnan Budiman dan pemilik usaha RF Mart, Veronika Rustam, Kapolres Nyoman Sandita menjelaskan, pihaknya ingin memastikan ketersediaan minyak goreng di masyarakat, serta mengantisipasi pembelian dalam jumlah besar oleh oknum tertentu.

banner BI FAST

Selain itu, pelaku usaha juga akan dicek apakah menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET) seperti yang ditetapkan pemerintah. “Laporkan kepada tim dari Polres, apabila ada pembelian minyak goreng dalam jumlah yang tidak wajar. Kalau ada pelaku usaha yang jual di atas HET yang ditetapkan pemerintah, laporkan juga,” tegas Kapolres Nyoman Sandita.

Para agen dan pengecer minyak goreng menjelaskan, stok minyak goreng yang mereka peroleh berasal dari distributor resmi yakni, UD. Berkat Lancar di Kota Kupang. Pemesanan atau inden para agen atau pengecer, dilayani dengan jumlah pembelian yang terbatas. Kendati demikian, mereka mengaku ketersediaan minyak goreng tetap ada. “Kami menjual kepada masyarakat secara terbatas. Kelangkaan minyak goreng tidak terjadi, tapi hanya kenaikan harga,” aku para agen dan pengecer.

Terkait sidak ketersediaan minyak goreng di agen dan pengecer, Kasi Humas Polres Rote Ndao, AIPTU Anam Nurcahyo, SIP, menambahan, ketersediaan minyak goreng masih mencukupi selama satu bulan ke depan. “Sesuai penjelasan para pedagang, meskipun ada pembatasan pembelian di Kupang oleh para agen, namun pengiriman dari distributor masih lancar,” terang Anam.

Untuk itu, kata Anam, pelaku usaha di Rote Ndao dihimbau tetap menjaga stabilitas harga minyak goreng. “Kita harus membantu kebutuhan ekonomi masyarakat, dengan tidak melakukan tindakan yang mengutamakan kepentingan pribadi. Sebagai contoh, penimbunan minyak goreng oleh oknum pelaku usaha. Polri bersama tim yang telah dibentuk, akan mengambil langkah tegas. Hingga saat ini, indikasi tersebut belum ditemukan, karena ketersediaan minyak goreng masih tetap dijaga para pelaku usaha,” pungkas Anam. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *