oleh

Ketua Tim Koalisi Kerakyatan SN-KT Ajak Tim SBS-WT Berpolitik Santun

Betun, RNC – Ketua Tim Koalisi Kerakyatan, Hendrikus Fahik, SH mengajak lawan politik untuk tetap pada komitmen yakni berkampanye secara damai. Hal ini disampaikannya saat konferensi pers di Weleun, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Minggu (1/11/2020).

Hendrik selaku Ketua Tim Koalisi Partai Pengusung Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor 1, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindak tegas pelaku pengganggu kampanye paslon SN-KT yang diduga dari kelompok lawan politik. Banyak kericuhan dilakukan untuk mengganggu paslon SN-KT.

Hendrik yang juga Wakil Ketua DPRD Malaka ini mengaku kesal karena sudah banyak kejadian dalam kampanye. Kejadian pertama yakni di Dusun Manumuti, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah yang diduga dipelopori oleh seorang tenaga kontrak sekaligus istri penjabat Desa Naimana.

Selanjutnya, kejadian yang sama dilakukan oleh seorang pendukung berseragam kuning yang bertuliskan Tim Pemenangan SBS-WT. Tak hanya itu, saat SN-KT berkampanye di Rinhat, mereka diadang oleh tim pemenangan SBS-WT.

BACA JUGA: Mantan Anggota DPRD Malaka: Ingin Malaka Berubah, Hindari Pemimpin Egois

Lanjut Hendrik, kejadian-kejadian ini yang memancing tim SN-KT untuk melakukan hal yang sama pada saat kampanye SBS-WT di Desa Umakatahan.  “Masyarakat di Umakatan merasa tidak puas dan menari bersama di posko pemenangan paslon SN-KT. Dan juga tidak mengganggu jalannya kampanye SBS-WT. Saya juga merasa sangat terganggu sekali ketika kami kampanye di tiga desa, Naimana, Umatoos dan di Rinhat. Bagi kami Tim SN-KT diganggu sekalipun, simpatisan dan masyarakat pendukung kami puas dan merasa bangga bisa mengikuti pemaparan visi, misi dan program SN-KT sampe selesai. Ini yang luar biasa bukan merespon balik dengan tindakan-tindakan yang tidak terpuji,” tandasnya.

Menurutnya, semua peristiwa ini telah direkam dan dicata. Hendrik, yang juga Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan bahwa semua kejadian tersebut ada indikasi kesengajaan karena pihak lawan merasa tidak nyaman dengan kehadiran SN-KT. “Kami memiliki data lengkap bahwa gangguan dilakukan oleh kelompok SBS-WT. Apabila diminta kami akan menyerahkan. Ini semua merupakan benih-benih yang memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan yang sama terhadap calon lain,” ujarnya lagi.

Ia berharap lawan politik menertibkan para simpatisan atau kelompok-kelompok pendukungnya supaya tidak menciptakan hal-hal yang menciderai jalannya pesta demokrasi di Malaka. “Ini pesta rakyat, mari kita berdemokrasi yang sehat, santun dan elegan. Biarkan rakyat mengambil bagian untuk terlibat secara aktif dan bisa menentukan pilihan sesuai hati nuraninya di tanggal sembilan Desember nanti,” tandasnya.

(rnc11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed