oleh

Lantik Dr. Maxs Sanam jadi Rektor Undana, Ini Pesan Sekjen kemendikbudristek

Kupang, RNC – Sekretaris Jenderal (Sejken), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ir. Suharti, MA., Ph. D resmi melantik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menjadi Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2021-2025. Pelantikan berlangsung di Graha Utama Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Dr. Maxs dilantik bersama empat pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, yakni Dr. Surfa Yondri, ST., M. Kom (Direktur Poltek Negeri Padang), M. Sofiul Amin, ST., MT (Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi), Prof. Dr. Joko Triyono, ST., MT (Direktur Akademi Komunitas Negeri Pacitan) dan Julfan Khairil Simbolon, ST., M.Eng (Direktur Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat).

Iklan Dimonium Air

Lima pemimpin PTN yang dilantik tersebut akan memimpin lembaganya masing-masing hingga tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kemendikbudristek Nomor 82639827878507685811 dan Nomor 85815/MPK.A/KP.07.00/2021 tentang Pengangkatan Pemimpin PTN Periode 2021-2025 di Lingkungan Kemendikbudrietek.

Hadir, sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendikbudristek, termasuk pimpinan lima PTN sebelumnya, serta rohaniawan dan tamu undangan lainnya.

Sekjen Kemendikbudristek, Ir. Suharti, MA., Ph. D dalam sambutannya menyatakan, saat ini terjadi banyak perubahan dalam kehidupan, utamanya perkembangan teknologi, sosiokultural, dan lingkungan hidup yang terus memberi tantangannya.

Karena itu, kehidupan di masa depan pun menuntut banyak perubahan di lingkungan Kemendikbudristek, termasuk di lima institusi yang pemimpinnya dilantik saat ini. Menurut Suharti, upaya untuk menghadapi tantangan tersebut merupakan tangggungjawab yang sangat berat, yang tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan semua pihak terkait.

Ia menyebut, saat ini terjadi perubahan demografi sangat besar, yang ditandai dengan meningkatnya penduduk usia produktif.
“Dan ini peluang yang harus kita ambil, yang harus kita upayakan, salah satunya tentunya melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas, termasuk di lima PT yang bapak-bapak pimpin ke depan,” tandasnya.

Baca Juga:  Daftar 10 Perguruan Tinggi Terbaik NTT versi Webometrics Edisi Januari 2022

Sekjen Kemendibud juga berpesan kepada lima pemimpin PTN yang dilantik agar berkomitmen melaksanakan sejumlah kebijakan Kemendikbudristek, salah satunya adalah Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

“Kita perlu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mahasiswa kita untuk memetik pembelajaran secara optimal, memasatikan potensi mereka berkembang dengan sempurna. Dan, yang tidak kalah penting adalah memastikan semua layanan pendidikan yang disediakan PT yang bapak-bapak pimpin menjadi lebih berkualitas lagi,” harapnya.

Kemendikbudristek juga saat ini berkeinginan menyederhanakan birokrasi dan administrasi, termasuk soal pelayanan kemahasiswaan. “Simple tapi menyimpul, memberikan dukungan jaringan pembelajaran kepada mahasiswa untuk memudahkan mereka mengakses pengembangan kreatifitas, kemudian pengembangan inovasi dan tidak kalah penting adalah pengalaman belajar sambil bekerja. Yang keseluruhannya menjadi bagian dari kebijakan kampus merdeka,” papar Suharti.

Ia juga menekankan soal kolaborasi dengan barbagai pihak. Menurutnya kolaborasi sangat penting. Ini adalah salah satu prinsip yang perlu dilakukan bersama. “PT yang bapak-bapak pimpin tidak mungkin berkembang jika hanya mengandalkan sumberdaya yang dimiliki, apalagi APBN saja,” tegasnya.
Menurutnya, banyak peluang kerjasama yang bisa dikembangkan, diantaranya termasuk dengan Pemerntah Daerah (Pemda), dunia usaha dan dunia industri.

Pada akhir sambutannya, Sekjen Kemendikbudristek juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Fred Benu atas jasa dan pengabdian dalam melaksanakan tugas sebagai Rektor Undana selama dua periode. Begitupun dengan empat mantan pemimpin PTN lainnya.

“Kami yakin bahwa pengabdian bapak-bapak semuanya untuk masyarakat dan bangsa Indonesia masih sangat dibutuhkan. Jadi, meskipun tidak menjadi pimpinan PTN, tetapi karya tetap bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

“Semoga Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan kita kemampuan dalam menjalankan amanat dan memenuhi tanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan ke depan,” pungkas Suharti.

Baca Juga:  Undana - KIP NTT Jajaki Kerjasama

Untuk diketahui, usai pengambilan sumpah atau janji jabatan dan pelantikan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D kepada Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam. M. Sc, sekaligus penyerahan memorandum akhir jabatan. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed