oleh

Lima Pelaku Pengeboman Ikan di Labuan Bajo Terancam 5 Tahun Penjara

Iklan Demokrat

Labuan Bajo, RNC – Aksi penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak oleh 5 tersangka dari Pulau Bajo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, terancam dihukum penjara 5 tahun dan denda sebanyak 100 juta.

Hal ini disampaikan Koordinator Pos Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ambrosius Daija kepada wartawan dalam konferensi pers di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Senin (12/4/2021) lalu.

Iklan Dimonium Air

“Para pelaku akan diproses secara hukum. Kami menggunakan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Pelestarian Sumber Daya dan Ekosistem Laut. Berdasarkan UU itu para pelaku akan dihukum penjara 5 tahun dan denda 100 juta,” kata Ambrosius.

Dikatakan Ambros, para pelaku berasal dari Pulau Bajo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pelaku berjumlah 5 orang. Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka berinisial E, I, dan Y.

BACA JUGA: Kawasan Wisata Labuan Bajo Terus Dipercantik, Begini Desainnya

“Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka yang berinisial E, I, dan Y,” terang Ambrosius. Sedangkan dua pelaku yang lain, demikian Ambrosius masuk kategori di bawah umur. Mereka akan diproses secara terpisah.

“Perlu kami terangkan bahwa dua tersangka lainnya masuk kategori di bawah umur sehingga mendapat penanganan hukum yang lain,” imbuh Ambrosius.

Menurut dia, penangkapan pelaku ini merupakan hasil patroli gabungan dari tim Gakkum KLHK, BTNK, dan Polres Manggarai Barat (Mabar). “Kami jelaskan bahwa pada tanggal 10 kemarin, tim patroli gabungan yang terdiri dari Gakkum KLHK, BTNK, dan Polres Mabar berhasil menangkap 5 tersangka penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Mereka beraktivitas di sebelah Barat, tepatnya dekat Pulau Srikaya,” jelas Ambrosius. (rnc19)

  • 112
    Shares
Baca Juga:  Cegah Konflik Antarkampung, Polisi Tangkap 21 Tersangka di Manggarai Barat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed