oleh

Marungga Foundation Tanggap Darurat Korban Banjir Bandang Kabupaten Kupang

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Siklon Seroja yang terjadi awal April 2021 menyebabkan banjir bandang di beberapa wilayah di Kabupaten Kupang, termasuk Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah dan Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur.

Dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir adalah masyarakat mengungsi, lahan pertanian rusak, ternak hanyut terbawa banjir, bahkan terdapat 31 kepala keluarga di Desa Pukdale yang rumahnya hanyut terbawa banjir dan 69 rumah di Desa Mata Air yang rusak berat.

Iklan Dimonium Air

Yayasan Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marungga Foundation) sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang kemanusiaan melakukan asesmen dan respon tanggap darurat pada 7 April 2021. Jenis bantuan yang dilakukan adalah distribusi kebutuhan dapur umum berupa beras, minyak goreng, sayur, air minum, dan kontribusi biaya bensin untuk genset di dua posko yaitu Posko Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah dan Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Jumlah masyarakat yang terdampak dan mengungsi adalah sebanyak 86 kepala keluarga dan 335 jiwa di Desa Mata Air dan 161 kepala keluarga, 805 jiwa di Desa Pukdale. Masyarakat mengungsi ke titik evakuasi di gedung gereja. Pengungsi dari Desa Mata Air mengungsi ke Gereja Betlehem dan pengungsi dari Desa Pukdale mengungsi ke Gereja Mizpa Tetebudale.

BACA JUGA: Untuk Warga Kota Kupang: Rumah Terdamak Badai Seroja? Cek Nama di Sini

CEO Marungga Foundation, Anton Jawamara mengatakan kebutuhan para korban yaitu logistik di dapur umum selalu tersedia. “Selain itu, kami juga fokus untuk mendistribusikan165 paket peralatan kebersihan diri berupa sabun mandi, sabun cuci, shampo, sikat gigi dan pasta gigi. Untuk anak-anak kami memberikan layanan psikososial dan pelayanan makanan tambahan (PMT) berupa bubur kacang hijau,” ujar Anton.

Baca Juga:  Petani di Kupang Ditemukan Tewas di Sawah, Diduga Disambar Petir

Lebih lanjut, Anton mengatakan Marungga Foundation juga membangun kolaborasi dan jejaring dari beberapa lembaga kemanusian dari luar NTT seperti Yayasan IBU, Tawa Semesta, AMP, CIMSA, dan SBSM. Lembaga-lembaga tersebut memiliki sumber daya dalam hal layanan kesehatan, psikososial dan logistik. Karena dalam dampak ikutan dari bencana banjir adalah wabah penyakit, ini yang kita antisipasi selain itu juga masyarakat mengalami stres karena pengalaman tidak menyenangkan saat banjir dan kehilangan harta benda. Marungga Foundation akan melakukan asesmen di beberapa wilayah lain seperti di desa Manusak dan Kelurahan Naibonat. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed