oleh

Polisi Sudah Kantongi Tersangka Kasus Matani, Tegaskan bukan Perang Suku

Iklan Demokrat

Oelamasi, RNC – Kepolisian Resort Kupang menyatakan telah mengantongi tersangka dalam kasus serangan belasan mahasiswa terhadap warga RT 20, Desa Penfui Timur, Jumat (23/4/2021). Kepolisian juga menegaskan tak ada unsur sukuisme. Serangan tersebut diakibatkan karena rasa solidaritas dan ketidakpuasan dari AN (Andre) dan ER (Erik).

Pihak Polres Kupang juga menyatakan secepatnya menetapkan status tersangka terhadap AN dan ER yang melakukan pencurian ayam dan penganiayaan, serta memperdalam tindakan penikaman yang menewaskan salah satu korban.

Iklan Dimonium Air

Kepada RakyatNTT.com, Sabtu (24/4/2021) sore, Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung membeberkan kronologi kejadian yang diawali dengan pencurian ayam yang dilakukan AN dan ER pada Kamis (22/4). Keduanya mencuri ayam milik warga saat nongkrong sambil mengonsumsi minuman keras di area kos-kosan. Mereka juga mengajak 4 orang teman lainnya.

“Ngobrol dan minum. Mereka lihat ayam. Lalu mereka omong kita buat tolakan saja. Mereka potong dan cabut bulu ayam itu,” ungkap Kapolres.

Tak berselang lama, warga setempat yang merupakan pemilik ayam tiba dan menanyakan soal ayam tersebut yang sudah dipanggang oleh AN dan ER. Mereka pun tidak bisa mengelak lagi. Pasalnya ada bulu ayam yang berserakan area itu.

“Keduanya minta maaf dan melakukan pendekatan kekeluargaan di RT. Mereka berdamai di sana,” jelas Kapolres Aldinan.

Buntut dari kejadian tersebut, AN dan ER pada Jumat kemarin melakukan pengeroyokan terhadap FR (Frengki) warga RT 20/RW 06, Dusun III, Desa Penfui Timur. Diduga karena keduanya tidak puas dengan keputusan yang menyatakan mereka sebagai pelaku pencurian ayam.

Saat hendak melakukan aksi penyerangan terhadap FR, AN dan ER mengajak teman-teman lainnya untuk bergabung. Rombongan mereka berjumlah 12 orang. Mereka lalu ramai-ramai menyerang FR. AN dan ER juga melakukan fitnah dengan mengatakan FR memukuli mereka. “Mereka minum dahulu lalu serang. Jadi tidak ada perang antar suku. Ini murni masalah internal mereka antar pribadi-pribadi. Kemudian mereka serang rupanya ke orang yang nama FR,” jelasnya.

Baca Juga:  Komplotan Pencuri Sapi di Kupang segera Disidang, Pimpinannya Pecatan Polisi

Selanjutnya, saat FR lari ketakutan, ER dan AN dengan kelompoknya mencari sasaran lain. Sepanjang jalan keluar dari rumah FR, mereka melempar batu ke rumah-rumah warga. Siapa pun orang ditemui di jalan, kelompok ini melakukan penganiayaan. Tak lama berselang saat melakukan serangan membabi-buta, salah seorang dari kelompok itu terlihat lemas dan ternyata ada bekas tikaman dan darah yang merembes di bagian dada.

“Mereka pukul di jalan. Sempat bersitegang dengan masyarakat. Sampai salah satu dari mereka itu merintih kesakitan lalu dibawa ke rumah sakit. Indikasinya bukan masalah antar suku yah. Ini tidak ada kaitan dengan kesukuan. Ini solidaritas antar teman,” jelasnya.

BACA JUGA: Belasan Mahasiswa Serang Warga Matani, 1 Orang Tewas

Terkait kronologi itu, Kapolres menyatakan telah mengantongi 2 calon tersangka yakni AR dan ER sebagai pelaku penganiayaan dan pencurian ayam milik warga. Secepatnya Polres akan menetapkan status tersebut.

“Kita akan tetapkan tersangka untuk kasus pencurian ayam dan penganiayan ayam oleh dua orang itu AR dan EN,” ungkap Kapolres.

Disebutkan, untuk kasus penganiayaan hingga adanya korban tewas juga akan diproses lebih lanjut. Laporan yang disiapkan adalah kasus penganiayaan berat dan bukan unsur pembunuhan. Melalui keterangan EN dan AR sebagai saksi telah ditemukan fakta-fakta yang mengerucut.

“Jadi bukan pembunuhan. Untuk kasus penganiayaan berat yang menyebabkan orang meninggal akan didalami dengan saksi AN dan ER,” ungkap Aldinan.

Ia juga membenarkan bahwa korban tewas dalam serangan di kompleks warga adalah salah satu yang tergabung dalam kelompok AN dan ER. Korban diajak oleh AN dan ER atas solidaritas sesama mahasiswa satu jurusan. “Yang korban tewas itu diajak oleh dua orang itu. Hanya solidaritas karena satu kampus. Ajakannya diajak minum dulu. Tidak ada berita bahwa ini perang antarsuku yah,” tegas Kapolres yang juga menyatakan AN dan ER sudah resmi ditahan. (rnc04)

  • 2.8K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Tlg diupayakan agar pelaku penusukan jga segra di tangkap. Agar tdk terjadi masalah berkepanjangan. Slm flobamora

  2. Kalau di lihat dari keterangan,Ntt_Tts,tidak akan luput dari masalah yg serupa.kecuali,basmikan minuman ber’alcohol di da’rah yg tercantum.
    Tiada damai,ketika masi afa minuman setan itu di edarkan.
    Sekian,dan terima kasi.salam hangat buat penegak hukum dan,penetapan aturan daerah.

News Feed