oleh

Polres Kupang Tahan 1 Tersangka Kasus Matani, Masih Dalami Kasus Pembunuhan

Iklan Demokrat

Oelamasi, RNC – Polres Kupang menangani 3 kasus terkait insiden tawuran di Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang akhir pekan lalu. Satu tersangka sudah ditetapkan.

Dari tiga kasus insiden Matani, 2 ditangani penyidik unit Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Kupang dan satu kasus lainnya ditangani penyidik Reskrim Polsek Kupang Tengah.

Iklan Dimonium Air

“Polres Kupang menangani kasus pencurian ayam dan kasus penganiayaan dengan korban Frengky, warga Matani, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang,” ujar Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Nofi Posu, Senin (26/4/2021) dilansir dari digtara.com.

Untuk kasus pencurian ayam dan kasus penganiayaan ini, Polres Kupang menetapkan ATG (25), mahasiswa Semester IV Politani Kupang sebagai tersangka. “ATG jadi tersangka dan sudah kita tahan,” tandasnya.

ATG sendiri merupakan pelaku pencurian ayam milik warga di Matani, Desa Penfui Timur. Ia juga menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Frengky saat ATG cs datang menyerang warga di Matani, Desa Penfui Timur, Jumat (23/4/2021) lalu.

Polisi menjerat ATG dengan pasal 170 jo pasal 351 KUHP. Selanjutnya polisi masih mengembangkan pemeriksaan dan mencari kemungkinan adanya pelaku lain. ATG sendiri diamankan polisi sejak Jumat akhir pekan lalu pasca kejadian tersebut.

BACA JUGA: Polisi Sudah Kantongi Tersangka Kasus Matani, Tegaskan bukan Perang Suku

ATG diduga sebagai pemicu kasus ini termasuk mencuri ayam dan ‘memimpin’ rekan-rekannya termasuk korban menyerang warga di Matani, Desa Penfui Timur.

Penyidik Polsek Kupang Tengah sendiri menangani kasus pembunuhan dengan korban Aser Delpis Mapada (22), mahasiswa semester IV Politani Kupang.

Untuk kasus ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, melakukan visum pada korban dan mencari barang bukti. “Hasil visum belum kita terima dan untuk kasus ini belum ada pihak yang menjadi tersangka. Kita baru meminta keterangan dari saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara,” tambahnya.

Untuk diketahui, bentrokan antarkelompok pemuda di Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang mengakibatkan Aser Delpis Mapada meninggal dunia.

Kasus ini bermula dari pencurian ayam pada Kamis (22/4/2021) milik warga yang dilakukan MHB dan ATG. Saat itu kedua pelaku sempat dibuatkan surat pernyataan.

Kemudian Jumat (23/4/2021), ATG menceritakan kepada korban Aser bahwa dia dipukul oleh kelompok pemuda Matani sehingga korban mengajak ATG mengonsumsi miras di rumah teman korban yang sedang berulang tahun di Kelurahan Lasiana. Mereka bersepakat mencari pelaku pemukulan.

Ketika tiba di lokasi mereka bertemu dan mengenali salah satu pelaku pemukulan sehingga mereka langsung mengeroyok Frengky. Pasca kejadian tersebut terjadilah aksi pelemparan sehingga bentrokan pun tak dapat dihindarkan.

Berselang beberapa menit korban yang saat berada di jalan mengatakan bahwa dia ditikam sehingga ATG langsung membuka bajunya untuk menutup luka bekas tikaman. Ia lalu membawanya ke Puskesmas Oesapa kemudian dirujuk ke RS Kartini dan menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 17.00 wita di RS Kartini.

Akibat kejadian penyerangan tersebut terdapat 2 korban dari pihak warga Matani dan 1 korban meninggal dari kelompok pelaku penyerangan.

Korban warga Matani, Desa Penfui Timur yakni Tadeus Wejo, warga RT 017/RW 005, Dusun III mengalami luka di mulut dan hidung serta Fransiskus Tpoy, warga RT 020/RW 006 mengalami luka di kepala dan tangan sebelah kiri lecet. (*/dig/rnc)

  • 285
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed