oleh

Simak, Ini Pesan Prof. Mien Ratoe Oedjoe untuk 12 Srikandi Parlemen NTT

Kupang, RNC – Guru Besar Universitas Nusa Cendana yang juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususya persoalan gender, Prof. Mintje Ratoe Oedjoe menitipkan pesan penting terkait persoalan perempuan yang ada di NTT.

Pesan ini dikhususkan untuk 12 orang perempuan NTT yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi NTT Periode 2019-2024.
Prof Mien-sapaan akrab mantan anggota DPRD Provinsi NTT ini, mengaku bangga karena sosok perempuan tangguh jumlahnya semakin banyak berkiprah di dunia politik. Ke-12 orang perempuan ini adalah kader hebat yang sangat pantas karena karir politik mereka dimulai dari bawah.

Dosen Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana ini mengharapkan DPRD terpilih agar tetap fokus dan menguasai secara benar masalah-masalah pemerintahan, kemasyarakatan dan politik, terutama masalah perempuan dan anak. Ia memandang perlunya representasi perempuan di parlemen dan harus menguasai substansi masalah, terutama masalah perempuan, gender dan anak.

Keberadaan 12 orang perempuan, dan dua orang memegang posisi pimpinan, tentu akan berdampak pada meningkatnya aktifitas perempuan di ranah publik, termasuk politik praktis. Pasalnya, saat ini keterlibatan perempuan sangat minim dalam politik.

Guru Besar yang aktif puluhan tahun sebagai Sekretaris TP PKK Provinsi NTT sejak era Gubernur El Tari ini mengatakan ada banyak faktor yang saat ini menempa kehidupan perempuan NTT. Dua hal yang belum bisa teratasi hingga saat ini yakni Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Human Trafficking. “Dua hal ini menjadi isu yang hampir setiap hari kita dengar di provinsi ini. Ditambah lagi masalah kekerasan terhadap anak. Selain persoalan ini, ekonomi rumah tangga menjadi pemicu terjadinya dua hal ini,” ungkap Prof Mien.

Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan persoalan tersebut di kalangan perempuan. Faktor lainnya yakni masalah ekonomi. Perempuan belum mendapat hak yang setara untuk mengakses sumber-sumber ekonomi. Menurutnya, saat ini akses perempuan untuk memberdayakan diri dari segi ekonomi belum lancar seperti laki-laki, padahal perempuan adalah pelaku ekonomi dasar.
“Ini hanya karena kebiasaan untuk taat azas dan aturan yakni harus membangun diskusi dengan laki-laki karena gaungnya ekonomi dikategorikan sebagai aktifitas publik kaum laki-laki, padahal pelaku ekonomi dari ekonomi yang sangat rendah perempuan jauh lebih bagus,” kata Prof. Mien.

Baca Juga:  Rombak Pengurus, Emi Nomleni Minta Bank NTT Tidak Tersandera

Ia memandang bahwa masalah kekerasan perempuan, ekonomi, human trafficking dan keterlibatan perempuan dalam aktifitas publik dan politik praktis masih kurang diberi kesempatan. Hal ini terjadi karena persoalan mendasar, yakni perempuan tidak terlalu mau untuk melangkah. Namun yang sudah bagus melangkah sering menemui berbagai hambatan. Yang belum melangkah, tugas DPRD adalah diatur langkahnya untuk dibantu dan dibina.

Dua sosok perempuan yang akan memegang palu pimpinan DPRD Provinsi NTT Periode 2019-2024 yakni Ir. Emelia J. Nomleni dan Inche Sayuna. Prof. Min berharap sebagai role model yang menegaskan bahwa perempuan bisa jika diberi kesempatan apalagi mendapat perlakuan yang sama untuk memulai pendidikan politik.

Berikut daftar nama anggota DPRD NTT perempuan periode 2019-2024:

1. Emi Nomleni (PDIP)
2. Adoe Elisabeth (PDIP)

3. Inche Sayuna (Golkar)
4. Kristien Pati (Nasdem)
5. Angela Mercy Piwung (PKB)
6. Ana W. Kolin (PKB)
7. Rambu KA Praing (PAN)
8. Yeni Veronika (PAN)
9. Jimur S. Katrina (PAN)
10. Reny M. Un (Demokrat)
11. Maria Nuban Saku (Perindo)
12. Oktaviana LV. Kaka (Perindo)

(rnc02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *