oleh

Tak Ada PTT, Layanan Publik Terganggu, Sampah Menumpuk

Kupang, RNC – Pemberhentian 2.511 Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, kembali menimbulkan masalah baru. Sejumlah layanan publik terlihat terganggu. Penelusuran RakyatNTT.com, Senin (20/2/2023) siang, pada sejumlah OPD yang menjalankan layanan publik, sepeti Dinas Pendapatan Daerah, terlihat tidak ada petugas di lobby pelayanan pajak.

Informasi dari salah seorang ASN di dinas itu menyebutkan, yang menempati lobby tersebut sebelumnya adalah petugas dengan status PTT. Karena tak ada lagi PTT di dinas itu, maka petugas yang selama ini melayani juga tidak terlihat. Sementara di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terlihat lain. Layanan pembuatan administrasi kependudukan tetap berjalan. Terlihat ada beberapa PTT yang tetap bekerja, walau mereka belum mengantongi SK pengangkatan tahun 2023.

Sedangkan di Sekretariat Daerah Kantor Wali Kota, nampak berbeda. Kantor nampak sepi karena PTT tidak terlihat lagi. Seorang PTT di Bagian Umum yang enggan menyebut namanya mengatakan, dirinya belum menerima upah bulanan sejak Januari 2023. Dikatakannya, banyak di antara mereka yang tetap masuk kantor namun tak bekerja seperti biasa. Mereka pulang sebelum waktu kerja harian berakhir. “Ada yang datang cuma karena belum terima gaji, ada yang pulang sebelum jam kerja,” ungkapnya.

Salah seorang pejabat di Setda Kota Kupang yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, dia tidak bisa berbuat banyak atau melarang jika ada PTT yang datang tapi tak bekerja. Pasalnya, kata pejabat itu, pihaknya tidak memiliki dasar kuat untuk memberikan penugasan kepada para PTT itu. Pemandangan yang sama juga terjadi di Sekretariat DPRD Kota Kupang. Sejumlah PTT hadir menggunakan namun menggunakan pakaian bebas rapi. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BKPPD Kota Kupang, Abraham DE Manafe, belum berhasil dikonfirmasi.

Baca Juga:  Siapkan RPJMD 2024-2030, Pemkot Kupang Gelar Penyusunan KLHS

Yang parah justru terjadi di Dinas LHK untuk layanan pengangkutan sampah khusus wilayah Kelurahan Kelapa Lima. Walaupun ada aktivitas, tapi tak berjalan normal. Di Jalan Sam Ratulangi, sampah dibiarkan menumpuk di depan rumah – rumah warga. Tidak cuma itu, tumpukan sampah juga terlihat di area perkantoran Pemkot Kupang, tepatnya di trotoar belakang Dinas Kesehatan. Sampah – sampah itu tidak diangkut sejak Kamis (16/2/2023). (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 komentar