oleh

Tenun Ikat Hiasi Pelantikan DKW Garda Bangsa NTT

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Nuansa budaya yakni busana adat (tenun ikat) dari berbagai daerah di NTT dihadirkan oleh Dewan Koordinator Wilayah (DKW) Garda Bangsa NTT dalam acara pelantikan dewan pengurus wilayah di Aula Hotel Neo Aston, Sabtu (27/2/2021).

Barisan pemuda berbalut tenun ikat tampak berwibawa saat dikukuhkan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat yakni wajib masker, para tamu wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, suhu tubuh diukur dan tempat duduk pun diatur berjauhan.

Iklan Dimonium Air

Ketua DPW PKB NTT, Alosius Malo Ladi, dalam acara pengukuhan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang dilantik. “Selamat kepada ketua dan seluruh pengurus DKW Garda Bangsa NTT yang dilantik hari ini,” ujar Alo Ladi.

Dia menegaskan bahwa Garda Bangsa sebagai sayap PKB harus menjadi pintu masuk seluruh elemen kekuatan di Indonesia. “Bukan hanya orang-orang ini saja yang hadir, melainkan seluruh elemen bangsa. Sebab, tugas PKB bukan hanya bicara kebangsaan, negara, pemerintahan, sosial dan budaya, tapi menyentuh seluruh sendi-sendi kemanusiaan. Garda Bangsa sebagai sayap PKB harus dapat menyentuh seluruh sendi-sendi tersebut,” katanya.

BACA JUGA: PDIP akan Berikan Bantuan Hukum untuk Nurdin Abdullah

Senada dengannya, Ketua DKW Garda Bangsa NTT terpilih, Feri Mooy mengaku bersyukur Garda Bangsa sejak didirikan tetap konsisten menjadi kekuatan utama sekaligus tumpuan PKB dalam menggalang dukungan masyarakat, terutama kaum muda.

“Puji Tuhan, Garda Bangsa sejak didirikan hingga saat ini tetap menjadi kekuatan PKB di masa kini dan yang akan datang,” tuturnya.

Feri memastikan Garda Bangsa menjadi tumpuan PKB, yakni tempat bersemai, mengasah diri, mematangkan barisan, sekaligus menyiapkan pemimpin di masa yang akan datang.

Dalam masa kepemimpinannya, Feri bersama pengurus lainnya bertekad menjadikan sayap PKB ini sebagai tulang punggung partai ke depan dengan menampilkan wajah baru Garda Bangsa.

“Garda Bangsa yang kokoh, kuat dan dikagumi para pemuda di seluruh bumi Flobamorata bahkan Indonesia yakni pemuda yang berkarakter, cinta tanah air, bermartabat dengan tidak meninggalkan budaya, sejarah dan kearifan lokal seperti tercermin pada tenun ikat yang kami kenakan hari ini,” tutupnya. (rnc07)

  • 44
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed