oleh

Tim Wasgiat Kodam/IX Udayana Tinjau Pembangunan Pompa Hidram, 5 Titik Memenuhi Syarat

Iklan Demokrat

Kefamenanu, RNC – Tim pengawasan kegiatan (Wasgiat) dari Kodam IX/Udayana Bali berkunjung ke wilayah Kodim 1618/TTU, Jumat (3/9/2021). Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Pompa Hidram yang telah dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dalam rilis yang diterima RakyatNTT.com, disebutkan kegiatan dilaksanakan mulai pukul 11.30 wita sampai pukul 17.30 wita. Tim Wasgiat Pompa Hidram dari Kodam IX/Udayana itu terdiri dari Lettu Inf. Andri. S sebagai Ketua Tim didampingi Serma Ifan selaku Staf dan Pratu Yusuf sebagai driver.

Iklan Dimonium Air

Kunjungan Wasgiat Pompa Hidram disambut oleh Kasdim 1618/TTU Mayor Inf. Arwan Minarta. Dilanjutkan rehat sejenak di Aula Ruang Data Makodim 1618/TTU kemudian dilanjutkan Isolasi mandiri. Saat itu, anggota Kodim 1618/TTU yang mendampingi Tim Wasgiat seperti
Kasdim 1618/TTU, Mayor Inf. Arwan Minarta bersama staf Serma Edy dan Sertu Frans Moniz dari Unit Intel.

Pada pukul 13.30 wita Tim Wasgiat bersama Kasdim 1618/TTU meninjau Lokasi Pompa Hidram di Kelurahan Tubuhue. Dilanjutkan pukul 14.00 wita hingga 15.20 wita tim Wasgiat bersama Kasdim 1618/TTU meninjau Lokasi Pompa Hidram di Haulasi dan di Suanai. Hingga pukul 16.15 wita Tim Wasgiat bersama Kasdim 1618/TTU kembali dari lokasi Peninjauan Pompa Hidram kembali ke Makodim 1618/TTU.

Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi S.Sos menjelaskan, Kegiatan Pompa Hidram tersebut sudah berjalan kurang lebih setengah tahun, “Kegiatan tahap 1 di Tubuhue sudah 100 persen. Air sudah mengalir. Sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Untuk tahap II sementara berjalan di Haulasi dan Suanai. Sudah berjalan sekitar 62 persen. Tinggal proses di bak primer,” terangnya.

Dikatakan Dandim Roni, sebelumnya Kodim 1618/TTU sudah melakukan peninjauan ke 33 titik dan tidak memenuhi syarat lantaran medannya rata sehingga tdak bisa digunakan untuk pompa Hidram. Selain itu, debit air kecil. Kemudian pada saat musim kemarau airnya kering. “Yang memenuhi syarat dan dikerjakan hingga selesai yakni di Inbate, Kelurahan Tubuhue di Haulasi,7 Suanai dan di Manumean yang baru separuh perjalanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Menarik, Semburan Lumpur Putih di Desa Napan jadi Objek Wisata

“Jadi berdasarkan sumber (air) yang kita cek sudah 33 yang tidak memenuhi syarat dan 5 titik yang dikerjakan (memenuhi syarat),” ujarnya.

Dandim Roni mengatakan air merupakan sumber kehidupan. Untuk itu, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti minum, masak dan lainya namun juga bisa digunakan untuk pertanian dan peternakan, “Seperti di Inbate itu untuk kebun jagung, pertanian dan peternakan. Diharapkan, ending atau outcome-nya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain taraf hidup masyarakat meningkat. Sanitasi juga sedikit demi sedikit bisa terpenuhi,” kata dia. (rnc17)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed