oleh

Tour New Normal, Partai Demokrat Berbagi di Batas Timor Leste

Oelamasi, RNC – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi NTT terus menginstruksikan seluruh kader dan pengurus tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat setelah pemerintah mengeluarkan instruksi untuk masuk dalam era new normal. Informasi tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang, Winston Neil Rondo, Jumat (17/7/2020).

BACA JUGA: Lawan Covid-19, Demokrat Kabupaten Kupang Semprot Disinfektan di 3 Gereja

Mantan Ketua Pemuda Sinode GMIT ini mengatakan bahwa Partai Demokrat selalu konsisten sejak Maret untuk melaksanakan instruksi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disampaikan kepada DPD, DPC dan kader se-Indonesia yakni Demokrat Lawan Corona dan Demokrat Berbagi dan Peduli.

Bahkan menurut Winston, saat ini sudah masuk dalam tahap instruksi yang ketiga yaitu new normal. Bagi DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang kepedulian dan semangat berbagi itu tidak akan berhenti. “Setelah bulan lalu ke Amfoang Barat Daya, maka pada bulan Juli ini seiring dengan dibukanya kembali sekolah-sekolah untuk proses belajar mengajar, maka Partai Demokrat mengagendakan tiga wilayah terisolir yang paling jauh di Kabupaten Kupang yakni di Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut sebagai daerah kunci. Kami menamakannya sebagai Tour New Normal Demokrat Berbagi di Amfoang,” jelas Winston.

Winston menambahkan dalam Tour New Normal ini pihaknya ingin memberi edukasi buat masyarakat. Mempersiapkan mereka bahwa di dalam situasi yang baru ini kewaspadaan tidak boleh berkurang. “Harus mencuci tangan, pakai masker, menjaga jarak, jaga imun tubuh dan sebagainya,” kata Winston.

Tour New Normal tersebut berlangsung sejak 16-18 Juli 2020. “Satu rombongan kecil berjumlah dua belas orang dengan dua unit mobil berkunjung di setiap desa, bahkan ke setiap gereja, sekolah, kantor desa dan kantor camat,” katanya.

Pada hari pertama rombongan yang dipimpin langsung Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang ini mengunjungi wilayah di beranda batas negeri, yakni di Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, wilayah tersebut berbatasan langsung dengan District Oecusi, Negara Demokratic Timor Leste.

“Kemarin kami berkunjung ke wilayah paling jauh, yakni di batas negara, kami menempuh perjalanan 8 jam dari Kabupaten Kupang untuk sampai ke daerah ini, kami berangkat subuh, tibanya jam satu siang, langsung action,” kata mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini.

Perjalanan jauh tersebut didorong dengan tekad kuat ingin menghadirkan langsung semangat yang dikobarkan Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono di Amfoang Timur. “Kami ingin menjangkau langsung warga. Sasarannya kali ini semua gereja, seluruh sekolah SD-SMA, kantor desa dan kantor camat,” kata Winston.

Ia menambahkan aktivitas di Amfoang Timur adalah membagikan paket new normal, yakni memberikan tempat cuci tangan, sabun, disinfektan dan ribuan masker yang dibagikan ke 42 gereja, kantror desa dan kantor camat.

Khusus wilayah Amfoang Timur, DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang membagikan paket new normal di 17 rumah ibadah, sejumlah sekolah, 6 kantor desa dan kantor camat. “Kami bertemu dengan Romo di Paroki, bertemu Ketua Klasis, pendeta-pendeta,” katanya.

Bahkan, menurut Winston, para tokoh agama menganggap Demokrat sebagai partai yang unik. “Demokrat disebut sebagai partai yang tidak menunggu saat pilkada atau pileg dimulai, tapi mau hadir langsung menjumpai masyarakat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, tokoh agama mengeluhkan tentang persoalan-persoalan wilayah perbatasan seperti sulitnya jaringan telekomunikasi.

Bahkan, mereka mempertanyakan sebutan teras NKRI bagi wilayah perbatasan yang masih dililit berbagai persoalan fasilitas penunjang pembangunan. “Katanya teras NKRI, namun sinyal yang ada di Oepoli dan Netemnanu Utara dari Timor Leste, yakni Telemor, namun sulit lagi saat ini, karena pandemi ditutup perbatasannya, mau beli pulsa tidak bisa ke Timor Leste,” kata Winston.

BACA JUGA: Era New Normal, Demokrat Kabupaten Kupang Aksi Sosial di Amfoang

“Anak-anak sekolah berlindung di rumah dan harus belajar lewat sistem online, bagaimana caranya belajar online pakai Telemor. Berarti saat ini macet sudah pembelajaran onlinenya. Mereka juga menceritakan tentang sulitnya mendapat akses penerangan listrik, jalan yang masih rusak parah, jembatan yang tidak ada,” jelas Winston.

Dalam rombongan Tour New Normal dibawa serta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kupang sehingga dapat mendengar langsung cerita persoalan tersebut. “Saya bawa anggota komisi pendidikan, ibu Ursula Totos,” tutup Winston. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed