oleh

U’u Ine Tila, Pangan Lokal Nagekeo yang jadi Favorit saat Pandemi

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – U’u adalah salah satu jenis makanan lokal yang mulai dilupakan seiring munculnya berbagai jenis makanan instan. U’u (tepung) atau emuk yang dimaksud adalah jagung yang digoreng menggunakan periuk tanah. Kemudian diolah dengan cara ditumbuk menggunakan lesung.

Selain ditumbuk, sejak zaman dulu nenek moyang menggunakan watu pena (batu tumbuk) sebagai penghancur dan batu ceper sebagai alasnya. Agar biji jangungnya tidak terpental saat ditumbuk, idhe (nyiru) sebagai wadah untuk menampung tepung. U’u ini kemudian menjadi makanan cadangan.

Iklan Dimonium Air

U’u ini kemudian diolah menjadi camilan berupa susu u’u. Pangan lokal ini kini dihidupkan kembali oleh Domitila Wea Samu, seorang ibu asal Rendu, Kabupaten Nagekeo.

Ia mengkreasikan pangan lokal ini menjadi sereal yang enak dicicipi. Meskipun banyak orang yang sudah tahu tentang u’u ini, namun masih belum dikenal secara luas.

Ine Tila-sapaan akrabnya saat ditemui RakyatNTT.com belum lama ini mengatakan awal mula ia membuat U’u saat ibunya menderita sakit gula. Ia lalu membawa ibunya berobat ke Jakarta. Saat itu ia dibekali makanan u’u.

“Jadi untuk mempermudah lalu saya membuat U’u ini untuk dibawa ke Jakarta. Ternyata yang suka makan U’u bukan hanya mama saya saja. Teman dekat saya juga tertarik dengan U’u,” kata Ine.

Awalnya, kata dia, dokter menyarankan ibunya pantang makan sejumlah jenis makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Akhirnya U’u inilah yang jadi solusi.

BACA JUGA: Kreatif, Pelajar Ini Bisa Gambar Wajah Bupati Bermodalkan Pensil

Di tahun 2020, ia mulai meracik U’u dengan peralatan seadanya untuk dijual, khususnya sebagai pengganti sarapan. Selain itu, U’u juga menjadi alternatif dalam menjaga imun tubuh di masa pandemi seperti ini.

Baca Juga:  Kembangkan Pariwisata, BPO Pariwisata LBF Kerja Sama dengan Pemda Nagekeo

Dengan bantuan 3 orang kerabatnya, perempuan 49 tahun ini lalu memperkenalkan U’u tersebut ke berbagai jaringan. “Saya yakin penuh U’u ini akan menjadi makanan paling favorit. Mix 3 in 1 dalam satu kemasan sebagai komposisi yang terdiri dari susu kambing, gula dan tepung jagung,” ujarnya.

Ia mencampur U’u dengan susu kambing etawa dan tropicana. Alasannya, susu etawa sendiri untuk mereka yang mengidap gula. Ia memilih susu kambing karena kadar lemaknya sedikit. Selain itu, sedikit gula sebagai pemanis. U’u bisa diseduh dengan air panas untuk diminum. Takarannya hanya dua sendok U’u, satu sendok susu kambing. Setelah itu, 1 sendok gula sesuai selera lalu diminum. “Selain untuk minum, U’u ini bisa dijadikan sebagai bekal untuk camilan saat beraktivitas atau bersantai,” kata Ine.

Ia bertekad menjadikan u’u ini menjadi salah satu pangan lokal favorit. Alasannya selain bergizi tinggi juga lezat dan tidak mengandung bahan-bahan kimia seperti halnya makanan kemasan. “U’u ini harus jadi makanan lokal sehari-hari dalam bentuk sereal untuk sarapan pagi,” ujarnya.

Ia pun bertekad terus mengembangkan u’u menjadi salah satu bisnis, khususnya di wilayah Nagekeo. “Kalau kita pergi ke daerah lain pasti ada ciri khasnya masing-masing. Nagekeo harus dikenal dengan U’u. Jadi jangan ngaku pernah ke Nagekeo kalau tidak singgah di Wapo (Warung Pojok) “U’u Ine Tila”,” ujarnya sedikit berpromosi. (rnc15)

  • 406
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed