oleh

Warga Kota Kupang Ditemukan Tewas saat Melaut

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Bobby H. Zacharias (37), warga RT 14/RW 05, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ditemukan tewas saat melaut di Perairan Pantai Baliana, Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Sabtu (26/6/2021).

Dilansir dari Digtara.com, Paur Humas Polres Kupang, Aiptu Lalu Randy Hidayat menyebutkan korban bersama para rekannya sudah sering bersamaan pergi melaut di perairan pantai baliana Desa Kuanheum.

Iklan Dimonium Air

Korban awalnya melaut bersama Marten Luter Kaho (31), warga Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Stenli Balsala (27), tenaga kontrak kantor perikanan yang juga warga Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Andri Henuk (30), sopir yang juga warga Kelurahan Maulafa Kota Kupang dan Smit Ridwan Lape (25), warga Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Kelimanya sering melaut di sekitaran perairan Pantai Baliana, Desa Kuanheum, Kabupaten Kupang. Mereka sering mencari ikan dengan cara menyelam. Mereka selalu saling mengajak walaupun korban dan dua rekan lainnya tinggal di Kota Kupang.

“Mereka sering mencari dan menangkap ikan dengan cara menyelam dan peralatan selam yang biasa digunakan adalah peralatan seadanya yaitu jerigen, senter dan snorkling/alat bantu pernapasan saat didalam air,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (27/6/2021).

Aktivitas melaut sering dilakukan mulai pukul 17.00 wita. Saat itu Marthen Luther Kaho, Stenli Baisala dan Andri Henuk sudah terlebih dahulu turun melaut, sedangkan korban belum datang.

Sekitar pukul 20.00 wita, ketiga rekan korban sudah pulang karena kondisi air laut pasang. Saat dalam perjalanan, mereka menemukan Smith Ridwan Lape yang hendak mencari korban dan ketiga rekannya yang sudah lama belum pulang.

Saat melihat ketiga rekannya ini, Smith menanyakan keberadaan korban karena menurut Smith korban juga ikut melaut dan belum pulang.

Baca Juga:  Hilang 4 Hari, Petani di Ngada Ditemukan Tewas Gantung Diri

Marthen Luther Kaho dan Andri Henuk langsung kembali untuk mencari korban.

Namun saat tiba di bibir pantai, Marthen Luther Kaho dan Andri Henuk tidak menemukan korban. Mereka mencari korban sambil memanggil nama korban, namun korban tidak menjawab. Marthen dan Andri langsung kembali ke rumah milik Smith di Desa Kuanheum.

Karena korban belum juga pulang, Stenli Balsala menghubungi keluarga korban mengabarkan kalau korban belum kembali melaut.

Smith kemudian mencari korban menggunakan sampan namun tidak menemukan korban. Smith kemudian meminta bantuan 2 orang petugas security PT. TOM Kupang menggunakan perahu untuk membantu melakukan pencarian.

Saat pencarian, mereka menemukan 1 buah jarigen yang sedang terapung.

Rekan korban bersama petugas security PT. TOM mengarahkan perahu ke arah jerigen tersebut.
Setelah mendekat karena air laut yang dangkal dan kedalaman kira-kira 2 meter, mereka melihat keadaan korban dalam posisi berdiri di dalam air laut dengan memegang panah ikan yang dibuat secara manual. Korban tampak sudah tidak bernyawa.

Melihat kejadian tersebut, rekan korban langsung mengevakuasi korban dengan cara menarik korban ke atas permukaan air laut kemudian diangkut menggunakan perahu menuju bibir pantai.

Atas kejadian tersebut rekan korban langsung menghubungi keluarga korban. Korban kemudian dievakuasi dari bibir pantai Baliana, Desa Kuanheum menuju kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Ully Kupang untuk divisum.

Saat dilakukan visum luar terdapat luka lecet pada pipi bagian kiri dan mulut mengeluarkan darah. Saat itu, polisi mengamankan barang milik korban yakni sepeda motor vario, tas, peralatan selam yakni sepatu katak, snorkling, senter, alat panah serta jerigen.

Keluarga korban juga menerima kematian korban dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi.

Baca Juga:  Tragis! Nelayan di Kupang Luka Parah Diterkam Buaya saat Memancing Ikan

(*/dig/rnc)

  • 241
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed