oleh

100 Hari Kapolda NTT Baru: Deretan Kasus Korupsi yang Sedang Menunggu

Kupang, RNC – Kapolda NTT yang baru, Irjen Pol. Setyo Budiyanto sedang ditunggu seabrek kasus korupsi di NTT. Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menyebutkan Kapolda sebagai mantan Direktur Penyidikan KPK menjadi harapan masyarakat NTT untuk pemberantasan korupsi di NTT.

Koordinator TPDI, Petrus Selestinus kepada media ini, Selasa (11/1/2022) mengatakan manajemen penegakan hukum yang diterapkan oleh KPK atau dialami oleh Irjen Pol. Setyo Budiyanti Setyo Budiyanto di KPK dapat diterapkan juga di Polda NTT dan seluruh Polres di NTT dengan kontrol yang ketat.

Iklan Dimonium Air

Selanjutnya, audit seluruh proses penanganan kasus yang sudah mangkrak bertahun-tahun tidak tuntas, tidak di-SP3 tetapi dijanjikan masih dalam pencarian bukti selama bertahun-tahun, perlu dipastikan penangannya.

“Banyak kasus mangkrak perlu diprioritaskan penyelesaiannya dan perlu dipertanggungjawabkan proses hukumnya,” kata Petrus.

Sejumlah kasus yang menjadi pekerjaan rumah, yakni kasus dugaan korupsi senilai Rp1,4 miliar di DPRD Ende yang saat ini menjadi perbincangan publik NTT, dimana sejumlah anggota DPRD Ende namanya disebut secara jelas.

Selanjutnya, kasus dugaan korupsi gratifikasi yang melibatkan puluhan pejabat daerah Ende, sebagian besar anggota DPRD terlibat sebagai penerima gratifikasi, sudah lima tahun penyelidikan Polres Ende tidak ada pengembangan bahkan sudah ada putusan praperadilan pun Polres Ende, sejak Maret 2018 hingga sekarang tidak ditindaklanjuti. Ini harus dibuka dan ditingkatkan ke Penyidikan, karena selama ini kekuatan politik partai menyendera kekuasaan kepolisian di NTT.

Tak ketinggalan kasus dugaan korupsi Bank NTT, yakni ada dugaan rekayasa kredit fiktif senilai Rp130 miliar akibat take over kredit macet dari Bank Artta Graha dengan debiturnya PT. Budimas Pundinusa. Juga kasus pembelian surat hutang jangka menegah atau MTN senilai Rp50 miliar yang diduga merugikan Bank NTT.

Baca Juga:  Ada Potensi Bibit Siklon di Laut Arafura, NTT Diprediksi Dilanda Hujan Deras dan Angin Kencang

Selanjutnya, kasus kematian tidak wajar diduga pembunuhan almarhum Nimrod Tameno sejak 2019 hingga sekarang mangkrak di Polda NTT tanpa kejelasan kelanjutannya. Dan kasus kematian Ansel Wora di Polres Ende yang mangkrak dan masih banyak kasus serupa lainnya di Polres-Polres se-NTT.

“Kita berharap Irjen Pol. Setyo Budiyanto dapat memberi warna baru, warna dan rasa KPK dalam tubuh Polda NTT, jika perlu di tangn Irjen Pol. Setyo Budiyanto, Polda NTT rasa KPK hadir dan menjadi model penegakan hukum yang layak dicontoh Polda-Polda lain di luar NTT,” kata Petrus.

Menurutnya, pencegahan dan penindakan harus seiring berjalan. Polda harus bangun kerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan gereja, NU, Muhamadiyah, MUI NTT agar sinergi dalam pemberantasan korupsi dan kejahatan sosial lainnya.

Lebih lanjut, menurut Petrus, Irjen Pol. Setyo Budiyanto bukanlah perwira tinggi Polri yang bermasalah dan dibuang ke NTT, tetapi benar-benar pertimbangan dari aspek profesionalisme dan kebutuhan riil masyarakat NTT tentang sosok Kapolda seperti apa yang dibutuhkan NTT. “Selain itu Kapolri ingin menghapus stigma NTT sebagai daerah untuk membuang pejabat yang bermasalah,” katanya.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed