oleh

Ilmuwan Temukan Makam Anak Misterius Berumur 8.000 Tahun di Alor

Jakarta, RNC – Arkeolog dari Australian National University menemukan tempat pemakaman anak yang langka di Gua Makpan, Pulau Alor, NTT, Indonesia. Makam itu berusia 8.000 tahun.

Pemakaman anak semacam itu adalah satu-satunya yang ditemukan berasal dari awal pertengahan masa Holosen dan memberikan pengetahuan tentang praktik penguburan pada saat itu.

Pemimpin riset ini, Dr Sofia Samper Carro menyatakan, anak yang dikubur berusia antara 4 sampai 8 tahun. Ia dimakamkan dengan semacam upacara yang berlaku pada zaman itu. Ditemukan batu yang dulu diwarnai, diletakkan di bawah kepala jenazah.

Dalam prosesi pemakaman, tulang panjang di lengan dan kaki sang anak dipisahkan alias sudah tidak ada lagi dan sebagian dari wajahnya diwarnai dengan pigmen warna merah, sesuatu yang umum dilakukan di dunia kuno. Kenapa tulangnya dihilangkan masih misterius.

“Tidak adanya tulang panjang ini adalah praktik yang telah tercatat ada juga di pemakaman lain di periode waktu yang sama di Jawa, Kalimantan dan Flores, tapi ini pertama kali kami melihatnya pada pemakaman anak,” kata Dr Sofia.

“Kami tidak tahu kenapa dilakukan pengambilan tulang panjang itu saat pemakaman, namun sepertinya merupakan sebagian aspek dari sistem kepercayaan orang-orang yang hidup ketika itu,” tambahnya seperti dikutip detikINET dari Live Science, Rabu (11/11/2020).

BACA JUGA: Pangdam Udayana Minta Usut Bupati Alor yang Diduga Hina Perwira Korem

Belum diketahui jenis kelamin dari jenazah bocah tersebut. Kerangkanya sangat kecil, sehingga mungkin pertumbuhannya terhambat karena faktor genetis atau lingkungan. Kerangka orang dewasa pada zaman yang sama juga berukuran kecil.

“Kaum pemburu peramu ini terutama makan ikan dan ada bukti bahwa saturasi protein dari sumber makanan tunggal bisa menyebabkan gejala malnutrisi, yang berdampak pada pertumbuhan. Namun demikian, bisa jadi mereka juga makan dari sumber lain, misalnya umbi,” tambah dia.

Penemuan kuburan anak dari periode Holosen ini akan menambah wawasan baru. “Pemakaman anak sangat langka dan penguburan yang lengkap ini adalah satu-satunya dari periode waktu tersebut,” ucap Dr Sofia.

(*/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed