oleh

Meteran Normal, Pemakaian Tetap, Tagihan PDAM Mbeliling Melonjak

Labuan Bajo, RNC – Pelanggan PDAM Mbeliling di Kampung Kaper, Desa Golo Bilas, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), memprotes tagihan pembayaran air PDAM yang melonjak drastis. Tak tanggung – tanggung, lonjakan tagihan bahkan mencapai tiga kali lipat dari tagihan sebelumnya. Adalah Yohanes Jerema mengatakan, dirinya menjadi salah satu korban atas tagihan PDAM yang berkali – kali lipat itu. Ia mengungkapkan, lonjakan drastis tersebut diketahui setelah dirinya mengecek tagihan di Kantor PDAM Mbeliling, beberapa waktu lalu.

“Saat sedianya mau bayar tagihan PDAM pada hari Jumat, tanggal 19 Agustus 2022. Saya kaget melihat tagihan sebesar Rp 452.520. Padahal bulan lalu, saya cuma bayar Rp 150.500 saja,” ungkapnya kepada RakyatNTT.com, Rabu (24/8/2022). Yohanes menjelaskan, usai mengetahui tagihan yang melonjak fantastis itu, ia tidak langsung membayar, tapi memilih pulang ke rumahnya.

Ia mengaku heran, sebab tidak ada perubahan jumlah pemakai air di rumahnya. Justru kata dia, yang terjadi adalah volume air yang masuk berkurang, dikarenakan harus bergilir. Tidak seperti sebelumnya, air mengalir setiap hari. “Beban tidak bertambah sama sekali. Kami ada sembilan orang pemakai, terus di rumah biasa cuci pakaian menggunakan mesin setiap hari Sabtu. Kebutuhan – kebutuhan lain juga masih sama seperti sebelumnya. Tapi anehnya, malah naik pembayaran tiga kali lipat. Padahal sekarang airnya bergilir, tidak kayak dulu setiap hari,” paparnya

Selang beberapa hari setelah itu, tepatnya Rabu (24/8/2022), Yohanes kembali mendatangi Kantor PDAM Mbeliling untuk melakukan pembayaran. Namun tak berhenti di situ. Ia didampingi keluarganya menemui Direktur Utama PDAM Mbeliling, Aurelius Hubertus Endo, untuk menyampaikan protes atas lompatan tagihan tersebut.

Dirut PDAM Mbeliling lalu memerintahkan petugas untuk melakukan pengecekan. Setelah dicek, tidak ditemukan ada masalah dengan meteran milik Yohanes, atau dengan kata lain, semuanya dalam kondisi normal. “Alat ukur ini adalah untuk menentukan berapa banyak pemakaian pelanggan, itu intinya. Sehingga, apa yang menjadi keluhannya Om Yohanes, ini menjadi tugas saya untuk memastikan, apakah meteran ini masih normal atau rusak, namun ternyata masih normal,” katanya.

Kendati demikian, agar bisa memastikan apa sebenarnya yang terjadi, Aurelius langsung mendatangi rumah Yohanes untuk melakukan pengecekan secara langsung. Hasilnya, tidak ada masalah dengan meteran milik Yohanes. “Semuanya normal, tidak ada masalah. Sehingga saya kembalikan kepada pelanggan, kontrol pemakaian supaya tidak kaget pada saat membayar,” kata Aurelius usai mengecek langsung meteran milik Yohanes. Dan, karena tagihan telah keluar, maka Johanes Jerema pun melunasi tagihan PDAM-nya itu. (rnc29)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *