oleh

PDIP Jaring Cakada NTT, Frans Aba Pertama Daftar jadi Bacagub

Kupang, RNC – DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/5/2024) resmi membuka pendaftaran dan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2024-2029. Tahapan ini akan berlangsung hingga 10 Mei 2024 mendatang.

Fransiskus Xaverius Lara Aba menjadi orang pertama yang mendaftar di PDIP sebagai bakal calon gubernur NTT. Saat menyambangi Sekretariat PDIP NTT, pria yang akrab disapa Frans Aba diantar tim keluarga dan ratusan simpatisan. Kedatangan mereka disambut Tim Pilkada PDIP NTT. Turut hadir Ketua DPD PDIP NTT Emelia Julia Nomleni.

Dalam sambutannya, Frans Aba mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang memberikan ruang baginya untuk berproses. Sebagai orang yang bukan kader PDIP, Frans mengaku tahu dan sadar diri. Namun dia merasa terhormat karena PDIP juga memberikan kesempatan bagi orang dari luar partai untuk ikut berproses.

“Saya bukan orang partai PDIP. Tapi karena partai memberikan ruang, maka saya akan lewati proses ini,” ujarnya.

Frans juga melaporkan kepada Tim Pilkada PDIP seputar prosesnya di beberapa partai lain. Selain di PDIP, dia sudah mendaftar di PKB, PAN dan Hanura. Selanjutnya dia akan daftar di Gerindra, Perindo dan PSI.

“Dari sebelas partai yang punya kursi, saya akan daftar di tujuh partai. Empat partai lainnya ada yang belum buka pendaftaran, ada yang menutup diri, dan ada juga yang proses administrasinya cukup menyulitkan kita,” terang akademisi Universitas Atma Jaya itu.

Dari lubuk hati yang paling dalam, Frans Aba memohon dukungan dan doa restu dari PDIP agar bisa bergandengan tangan kedepannya. Namun apapun keputusan partai nantinya, dia mengaku akan menghormatinya.

“Terlepas saya sebagai calon gubernur dan ibu Emi juga calon gubernur, harus kita hormati proses demokrasi ini. Tapi saya berharap kita bisa bergandengan tangan dan disatukan dalam persaudaraan sejati,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bertandang ke DPP PKB, Ansy Lema Jalani Fit and Proper Test Bakal Calon Gubernur NTT

Selanjutnya Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDIP NTT, Viktor Mado Watun menegaskan bahwa PDIP adalah partai terbuka. Dengan demikian dalam pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT, PDIP memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kader dan non kader untuk punya ruang yang sama untuk berproses.

“Semua yang mendaftar di sini, baik kader ataupun non kader punya ruang dan hak yang sama. Selain itu PDIP tidak memungut biaya pendaftaran satu rupiah pun dari para bakal calon yang mendaftar. Pendaftarannya gratis,” terang mantan Wakil Bupati Lembata itu.

Viktor menambahkan, dalam penentuan calon yang akan diusung, DPP PDIP juga mempertimbangkan hasil survei. Oleh karena itu, setelah tahapan pendaftaran, para bakal calon yang mendaftar akan dipanggil untuk sama-sama berembuk soal pembiayaan lembaga survei.

“Jadi hasil survei sangat menentukan siapa-siapa calon yang akan diusung nantinya. Pak Frans sudah setahun bekerja, saya yakin beliau sudah dikenal luas oleh masyarakat,” sebut Viktor.

Pada kesempatan itu, Viktor juga mengingatkan Frans Aba untuk sama-sama membangun komunikasi dengan partai lain. Sebab semua partai termasuk PDIP tidak bisa mengusung calon sendiri. Saat ini PDIP punya sembilan kursi, sehingga masih butuh minimal empat untuk bisa mengusung calon.

“Kita butuh koalisi karena minimal 13 kursi baru bisa mengajukan calon gubernur dan wakil gubernur. Kalau pak Frans sudah daftar di empat partai, kami minta untuk terus membangun komunikasi,” pungkasnya. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *