oleh

Rumahnya Dibedah, 2 KK Asal Manulai II Tinggal di Rujab Wali Kota

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Sebanyak 2 kepala keluarga (KK) asal Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, tinggal sementara di rumah jabatan Wali Kota Kupang. Pasalnya, rumah mereka yang masuk program bedah rumah, saat ini masih sementara dikerjakan. Kedua KK ini, masing-masing keluarga Luther Masu dan Elisabeth Safes Toto.

Ditemui RakyatNTT.com. Minggu (15/7/2020) sore di rujab wali kota, mereka tampak ceria. Selama tinggal di rujab, aktivitas mereka adalah membantu Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan istri Hilda Manafe untuk merawat tanaman-tanaman yang ada di halaman belakang rujab.

BACA JUGA: Rumah Selesai Dibedah, Zeyto: Ini Fakta Bukan Pencitraan

Menurut mereka, aktivitas ini tak bedanya dengan aktivitas mereka di rumah. Yang membedakan adalah fasilitas penginapan dan juga makan minum.

Luther Masu mengaku sangat tersentuh dengan pelayanan yang diberikan wali kota. Tidak sekadar membantu membangun rumah, tapi juga membawa mereka untuk tinggal sementara di rumah jabatan. Mereka pun bisa mengetahui aktivitas wali kota setiap hari.

Isteri Luther, Rut Masu-Baitanu juga mengaku terkesan dengan bantuan yang diberikan. Pasalnya, rumah baru merupakan impiannya sejak dahulu. Dan, baru kali ini bisa terwujud.

Rut pun menceritakan ketika memasuki musim hujan, kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan. Atap rumah sering terbongkar dan hujan pun masuk membasahi tempat tidur.

“Kadang kami harus bangun dan pindah posisi tidur. Kadang juga kami tunggu hujan berhenti sambil perbaiki atap yang rusak,” katanya.

“Memang baru sampai di pak Wali Kota Jefri ini baru mau perhatikan rakyatnya yang kurng mampu. Jujur saya terkesan,” ungkap Rut.

Sementara itu, Elizabeth Safes Toto yang juga salah satu penerima bantuan mengatakan dirinya sangat bersyukur telah mendapat bantuan bedah rumah. Tak hanya itu, ia berkesempatan tinggal di rumah dinas orang nomor 1 di Kota Kupang ini. Menurutnya, tidak semua orang merasakan hal ini.

Ia mengatakan sudah rindu memiliki rumah layak huni sejak dulu. Sebab, kondisi rumah mereka sangat tidak memadai. Dindingnya bolong-bolong, atapnya bocor dan ukuran rumah yang sempit, sehingga mereka berlima sekeluarga harus berdesak-desakan. Belum lagi ada keluarga yang berkunjung dan menetap.

BACA JUGA: Rumah Selesai Dibedah, Wali Kota Jeriko Antar Ina Djara Tempati Rumah Baru

“Dari kondisi rumah ini saya hanya berdoa. Saya kepingin punya rumah tembok, karena semua dinding seng jadi kalau panas itu kami seperti terbakar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kupang pada tahun anggaran 2020 ini melaksanakan program bedah rumah. Program ini diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam kategori kurang mampu. Sebanyak 50 keluarga mendapatkan bantuan tersebut. Sejumlah keluarga telah menempati rumah baru mereka.

(rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed