oleh

Simpatisan Jeriko Datangi Polda NTT, Minta Polda NTT Tak Beri Izin untuk Kegiatan Demokrat di NTT

Kupang, RNC - Simpatisan Jefri Riwu Kore, Kamis (3/2/2026) mendatangi Mapolda NTT. Mereka meminta Polda NTT tidak memberikan izin bagi DPD Partai Demokrat NTT untuk menggelar kegiatan apapun sebelum ada klarifikasi dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono terkait penetapan Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT.

Pantauan RakyatNTT.com, Kamis (3/2/2026) siang, massa aksi menyampaikan aspirasinya dimulai dari area Taman Nostalgia hingga di gerbang Mapolda NTT. Massa berjumlah ratusan orang ini menuntut agar tidak boleh ada kegiatan apapun sebelum ada klarifikasi DPP Demokrat, agar tidak menimbulkan kekisruhan.

Iklan Dimonium Air

Dalam orasinya, koordinator masa aksi, Herison Kore mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat tak cocok menjadi seorang pemimpin partai. Hal itu dikarenakan, AHY tidak memiliki etika politik dalam mengurus partai.

Menurutnya, sampai saat ini AHY belum bisa memberikan klarifikasi tentang dipilihnya Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTT. Sementara semua warga NTT tahu bahwa hasil Musyawarah Daerah telah menetapkan Jefri Riwu Kore unggul 12 suara dibanding Leonardus Lelo yang meraih 11 suara.

Oleh karena itu, simpatisan Jeriko meminta pihak Polda NTT tidak memberikan izin apapun kepada Partai Demokrat NTT untuk melakukan kegiatan di NTT sebelum adanya klarifikasi dari AHY.

“Kami meminta Pak Kapolda dapat memerintahkan seluruh jajaran di daerah, agar tidak memberikan izin kepada Demokrat untuk berkegiatan sebelum AHY memberikan klarifikasi tentang 12 bisa kalah dari 11,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Partai Demokrat di masa kepemimpinan AHY telah melecehkan demokrasi. Hal tersebut sebagai contoh buruk bagi generasi.

Oleh karena itu, jika Partai Demokrat NTT tetap melaksanakan kegiatan di NTT, pada Sabtu (5/2/2026) nanti, maka dipastikan simpatisan Jeriko dari seluruh NTT akan berkumpul dan melakukan aksi.

Baca Juga:  Wali Kota Jeriko Serahkan Bantuan Rumah untuk Lima Lansia

“Kami pastikan bahwa tanggal 5 nanti akan ada massa aksi yang lebih besar. Ada 51 kelurahan dan 12 kabupaten akan datang,” ungkapnya.

Di Mapolda NTT, massa aksi diterima Kabid Humas Polda NTT. Ada 5 orang perwakilan yang diminta untuk berdialog dengan pihak kepolisian.

(rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed