oleh

Tiga Orang Dokter di Nagekeo Reaktif Rapid Test, Sudah Jalani Karantina

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – Sebanyak 3 orang dokter di RSD Aeramo, Nagekeo, terkonfirmasi reaktif rapid test antigen. Ketiganya pernah berkontak erat dengan pasien probable berinisial MBV yang meninggal dunia Sabtu (16/1/2021).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo Silvester Teda Sada menegaskan pasien yang reaktif rapid test antigen di Nagekeo terus bertambah. “Tercatat sampai pukul 15.00 hari ini, sudah 4 orang yang dilaporkan reaktif rapid test antigen sebagaimana tertera dalam link infografis resmi Covid-19 Nagekeo,” kata Silvester.

Iklan Dimonium Air

Keempat orang tersebut yakni 3 dokter di RSD Aeramo hasil kontak erat dengan MBV, pasien kasus probable yang baru saja meninggal. Saat ini ketiganya menjalani karantina mandiri di RSD Aeramo. Kemudian 1 orang lainnya yakni karyawan Bank NTT. Ia bekerja dan berdomisili di Maunori.

Hingga berita ini diterbitkan, masih ada sejumlah warga yang diketahui reaktif saat dilakukan rapid test antigen. Rinciannya 1 orang ASN dari Kantor PMDP3A yang berdomisili di Lego Aeramo bersama istri yang bekerja sebagai perawat di RSD Aeramo. Kemudian 1 orang ASN dari UPT Dinas Peternakan Boawae berdomisili di Lingkungan Kotagoa, 1 ASN Setda Nagekeo dan 1 orang anggota DPRD Nagekeo yang beralamat di Dhereisa. Ada juga seorang anak berusia 6 tahun yang adalah anak dari pasien probable yang sudah meninggal dunia.

BACA JUGA: Data Covid-19 NTT 18 Januari: Tambah 153 Positif, Terbanyak di Kupang dan TTS

Tim Satgas dari Bidang Penanganan dibantu kades/lurah serta RT setempat langsung turun melakukan edukasi terhadap para warga tersebut untuk menjalani karantina mandiri di rumah atau pun tempat lain yang ditunjuk.

“Kami informasikan pula bahwa dari 13 ASN Kantor BPBD Nagekeo, hasil kontak erat dengan MBV kasus probable, 6 orang sudah dilakukan rapid test antigen, dan puji Tuhan hasilnya nonreaktif. Masih ada 7 ASN lainnya yang menunggu jadwal rapid test,” kata Silvester.

Selanjutnya, sebanyak 22 tenaga kesehatan RSD Aeramo yang kontak erat dengan pasien meninggal berinisial MBV sudah dilakukan tracing dan rapid test antigen. Hasilnya, 3 orang reaktif yakni dokter yang merawat pasien tersebut. Sedangkan 19 orang lainnya nonreaktif.

Selanjutnya, ada 47 sampel swab yang dikirim ke Laboratorium Biomolekular RSUD W.Z. Johannes Kupang. Hingga hari ini hasilnya belum keluar. Masih ada sejumlah sampel swab yang menunggu jadwal penerbangan untuk dikirim ke Kupang.

Perlu diketahui, tingkat sensitivitas hasil rapid test antigen adalah 92%. Artinya, tingkat akurasi menuju kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sangat dekat. Hal ini mendorong tim satgas untuk menjalani secara ketat dan patuh pada protokol kesehatan pencegahan covid-19.

(rnc15)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed