oleh

Simak Alasan Oknum Babinsa Pukuli Dokter di Nagekeo hingga Pendarahan

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – Pemukulan anggota TNI atas nama Praa Robertus Rito Watu terhadap dr. Rudolf Ardi A. Cheme di Boawae, Kabupaten Nagekeo, Rabu (24/2/2021) berawal dari sepeda motor yang bersenggolan.

Prada Robertus merupakan Babinsa Ramil 1625-03/Boawae. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak Ramil Boawae, peristiwa pemukulan ini terjadi pada Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 12.40 Wita, bertempat di Pasar Rabu Boawae, Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, tepatnya di depan kios UD. Idaman.

Iklan Dimonium Air

Menurut pengakuan Prada Robertus, sekitar pukul 12.40 wita, ia berangkat dari Boawae menuju Makodim 1625/Ngada dalam rangka menghadiri acara kunjungan kerja Pangdam IX/Udayana. Ia mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion dengan Nopol DH 5023 KG. Setelah tiba di jalan di Pasar Rabu Boawae dengan kondisi jalan menurun ia hendak menyalip sepeda motor di depannya dengan nomor polisi EB 5140 AK jenis honda CBR yang dikendarai oleh dr. Rudof Ardi. A. Cheme.

BACA JUGA: Seorang Dokter di Nagekeo Dianiaya Anggota TNI, Ini Kronologinya

Ketika sepeda motor milik Prada Robertus mendekati sepeda motor dr. Rudolf, ia membunyikan klakson, tetapi sepeda motor yang dikendarai oleh dr. Rudolf dengan tiba-tiba berbelok ke kanan tanpa menyalakan lampu sein. Prada Robertus pun kaget dan langsung mengerem mendadak hingga ban belakang terseret sekitar 1 meter. “Tetapi sepeda motor saya tidak bisa berhenti, sehingga menyebabkan saya menabrak sepeda motor yang dikendarai oleh dokter Rudolf di bagian kanan belakang dekat knalpot sehingga spakbor depan sepeda motor saya patah pada penguncinya,” kata Prada Robertus.

“Saya langsung berteriak kepada dokter Rudolf ’hoe kenapa kamu belok tidak pakai sein!, kemudian dokter Rudolf menoleh ke arah saya dan entah menjawab apa, karena pada saat itu dia memakai masker sehingga saya tidak bisa mendengar jelas perkataannya,” kata Prada Robertus.

Ia pun mengaku secara spontan menampar sebanyak 2 kali pada bagian wajah dengan tangan kanan setengah mengepal. “Kemudian saya kembali menampar dengan tangan kiri, akan tetapi dokter Rudolf menghindar dan tidak terkena tamparan saya yang ketiga,” kata Prada Robertus.

BACA JUGA: Terkait Penganiayaan oleh Anggota TNI, Danramil Boawae Siap Temui Korban

Robertus mengaku setelah tiba di Soa, Kabupaten Ngada, ia ditelepon oleh Danramil 1625-03/Boawae untuk kembali ke Koramil 1625-03/Boawae untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Setelah saya sampai di Koramil 1625-03/Boawae, saya beserta Danramil 1625-03/Boawae pergi ke Puskesmas Boawae untuk berbicara dengan dokter Rudolf terkait kejadian tadi siang, akan tetapi dokter Rudolf masih belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam keadaan kepala pusing akibat pukulan yang mengenai daerah hidung dan bibirnya, sehingga kami kembali ke Koramil 1625-03/Boawae,” kata Robertus. (*/rnc15)

  • 199
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed