oleh

Ada Penyimpangan Dana Desa, Kades Bolatena-Rote Ndao Dinonaktifkan

Iklan Covid Walikota Kupang

Ba’a, RNC – Kepala Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Yefri Matasina resmi dinonaktifkan. Bersamaan dengan itu, telah dilantik penjabat kepala desa, yakni Silfester Mesah. Pelantikan berlangsung di Gedung Gereja Ebenheizer Ruinalakan, Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, Senin (31/05/2021) kemarin.

Penonaktifan Yefri Matasina dilatarbelakangi dugaan penyimpangan dana desa yang telah dilaporkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kepada Kapolres Rote Ndao dan Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao, pada 27 April lalu.

Iklan Dimonium Air

Pelantikan Pj Kepala Desa Bolatena, Selfester Messah, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 213 /KEP/HK /2021 tentang pemberhentian sementara Kepala Desa Bolatena di Kecamatan Landu Leko.

Camat Landu Leko, Yostaf Fa’ah, SH, dalam sambutannya mengatakan Desa Bolatena merupakan desa di Kecamatan Landu Leko yang memiliki Dana Desa terbesar di Kecamatan Landu Leko, sehingga dengan dilantiknya penjabat kepala desa ia berharap penjabat kepala desa bersama BPD harus duduk bersama untuk menyelesaikan semua administrasi agar dapat dilakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). “Saya beri kesempatan satu minggu untuk cair ADD dan DD untuk membayar BLT masyarakat,” tegas Camat Yostaf.

Lebih lanjut, Camat mengajak semua komponen masyarakat di Desa Bolatena untuk duduk bersama dengan pemimpin yang dipercayakan untuk membangun Desa Bolatena dengan baik.

Selain Camat Landu Leko, Yostaf Faah, SH, turut hadir dalam pelantikan ini Kapolsek Rote Timur, IPDA Danial Besie, SH, Ketua Majelis Jemaat Wilayah Landu Selatan, Pdt. Jamres J. Ur, S.Th sekaligus bertindak sebagai rohaniawan. Hadir juga Babinsa, Bhabinkamtibmas, para kepala desa se-Kecamatan Landu Leko, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Terpisah, Ketua BPD Bolatena, Seby Yeferson Bulan menyambut baik keputusan Bupati Rote Ndao yang memberhentikan sementara Kepala Desa Bolatena, Yefri Matasina dan mengangkat penjabat kepala desa sesuai harapan BPD Bolatena dan masyarakat selama ini.

Baca Juga:  Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Dana Desa, Kejati NTT Minta Para Kades Taat Aturan

Menurut Seby, sebagai representasi masyarakat ia bangga dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah mengambil keputusan yang tegas untuk menonaktifkan Kades Bolatena. Sebab jika tidak, bisa jadi pembangunan di desa bisa terhambat selama tahun 2021. Ia berharap tidak hanya sebatas menonaktifkan sementara, tapi harus diproses sesuai laporan yang sudah disampaikan. Jika terbukti melakukan penyelewengan yang berindikasi korupsi, maka harus diproses hukum. (rnc12)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed