oleh

RJ Lino Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Mantan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Persero, Richard Joost (RJ) Lino, mengajukkan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap meladeni praperadilan dari RJ Lino.

“KPK melalui Biro Hukum segera menyusun jawaban dan akan menyampaikannya di depan sidang permohonan praperadilan yang dimaksud,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (26/4/2021) dilansir dari Medcom.id.

Iklan Dimonium Air

RJ Lino memasalahkan penangkapan dan penahanannya. Dia menilai Lembaga Antikorupsi membuat kesalahan sehingga penangkapan dan penahanannya tidak sah.

Lino meminta dibebaskan lewat PN Jaksel. Namun, KPK menegaskan sudah bekerja sesuai dengan kewenangannya. “Kami yakin bahwa seluruh proses penyidikan maupun penahanan yang kami lakukan telah sesuai mekanisme aturan hukum yang berlaku,” ujar Ali.

BACA JUGA: Ditahan KPK, RJ Lino: KPK dan BPK Tidak Fair

Lembaga Antikorupsi ngotot tidak membuat kesalahan saat menangkap dan menahan Lino. Seluruh bukti kesalahan Lino sudah dikantongi KPK.

“KPK tentu siap hadapi permohonan praperadilan dimaksud,” tutur Ali.

Pada Desember 2015, RJ Lino ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) di Pelindo II pada 2010. Dia baru ditahan pada Jumat, 26 Maret 2021, setelah lima tahun lebih nasibnya digantung KPK.

Eks bos Pelindo II itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(*/mdc/rnc)

Baca Juga:  Divonis Pelanggaran Etik Berat, Demokrat Minta Lili Pintauli Mundur dari KPK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed