oleh

Membongkar Praktik Prostitusi Terselubung di Kota SoE

Iklan Covid Walikota Kupang

SoE, RNC – Praktik prostitusi terselubung di SoE, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) seakan sudah menjadi rahasia umum. Praktik ini sudah lama terjadi namun belum diusik aparat.

Hotel dengan nama inisial Bhg pun disebut-sebut sebagai ‘markas’ para penjaja ‘cinta semalam’ itu. Tim redaksi RakyatNTT.com pun mencoba menelusurinya. Benar, ada dua wanita yang berhasil ditemui. Bahkan, dari mulut mereka mengalir informasi tentang praktik terselubung itu. Biasanya ‘jasa’ mereka dihargai dengan Rp 150 ribu.

Iklan Dimonium Air

Salah satu penyedia jasa layanan plus-plus itu mengaku, biaya sewa kamar di hotel itu mahal, sehingga hanya mereka berdua yang menetap di hotel. Lainnya hanya bertahan satu-dua hari. “Sewa kamar satu hari Rp 200 ribu tambah karcis Rp 10 ribu,” kata wanita berusia 20-an tahun itu saat ditanyai awak media ini.

Ia mengatakan, praktik seperti itu hanya ada di hotel tersebut. Ia sendiri sudah sebulan beroperasi di Kota SoE.

Salah satu karyawan hotel yang enggan menyebutkan identitasnya, mengaku praktik prostitusi di hotel itu benar adanya. Bahkan sudah diketahui oleh pemilik hotel. “Iya, dua orang saja. (Mereka) sudah dua tahun (beroperasi),” ujar karyawan hotel.

Tak hanya itu, salah satu warga yang tinggal dekat hotel itu juga mengaku ada praktik prostitusi terselubung di hotel tersebut. Ia mengatakan ada lebih dari dua orang yang beroperasi di hotel tersebut.

Pemilik Hotel Bantah

Pemilik Hotel Bhg, Charli Tan yang dikonfirmasi RakyatNTT.com, Selasa (8/6/2021) siang membantah. Ia mengatakan tidak benar ada praktik prostitusi terselubung di hotel miliknya.

Ia mengaku, yang dia ketahui selama ini hanya tukang pijit tradisional yang beroperasi, bukan praktik prostitusi. Namun, menurutnya beberapa bulan terakhir tidak lagi tukang pijit. “Kalau pijit itu ada. Hanya kalau sampai ada aktivitas yang mengarah ke perbuatan asusila itu tidak ada,” kata Charli.

Baca Juga:  Izin Hotel Tempat Praktik Prostitusi Terselubung di Kota SoE Bisa Dicabut

Sebagai orang yang menyediakan jasa penginapan, Charli menjelaskan, setiap tamu yang datang dengan tujuan menginap pasti diterima dengan ketentuan memiliki KTP. “Semua tamu kita ini memiliki KTP. Kalau dia punya uang untuk bayar kamar kita terima,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya tidak pernah mengetahui aktivitas apa yang dilakukan para tamu. Ia hanya sebatas menyediakan penginapan. “Kalau orang bawa tas dan ingin nginap, kita tidak mungkin tanya apa yang dia lakukan saat nginap,” ujar Charli.

Kendati demikian, ia mengakui sering ada tamu yang menggunakan aplikasi Michat untuk mencari ‘pelanggan’. Bahkan, ada kejadian di mana dirinya didatangi kemudian diminta mengembalikan sejumlah uang karena ada modus penipuan di Michat dengan membagikan lokasi Hotel Bhg. Namun, menurutnya tak ada praktik prostitusi.

“Kalau saya tau ada tamu yang melakukan proses tawar menawar untuk melakukan perbuatan asusila saya akan minta dia keluar dan cari penginapan lain,” tegas Charli.

Dinas Pariwisata Belum Tahu

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten TTS, Robi Selan, yang dikonfirmasi, Senin (7/6/2021) mengatakan pihaknya tak mengetahui adanya aktivitas esek-esek di hotel tersebut. Menurutnya, jika benar maka itu sudah tidak sesuai dengan fungsi hotel. Ia mengakui, untuk mendapatkan izin pendirian hotel, Dinas Pariwisata menjadi salah satu instansi yang memberikan rekomendasi.

“Kita juga mengeluarkan rekomendasi kelayakan hotel. Karena kehadiran hotel mendukung pariwisata di daerah,” ujar Robi.

Rekomendasi yang dikeluarkan, kata Robi, mengacu pada kelayakan dan kenyamanan untuk digunakan sebagai tempat menginap. Ada beberapa item yang menjadi perhatian dari Dinas Pariwisata saat akan mengeluarkan rekomendasi, diantaranya kebersihan, ukuran kamar, fasilitas, jumlah karyawan, ketersedian ventilasi, serta harga kamar.

“Kita lihat item-item ini, kalau terpenuhi maka kita keluarkan rekomendasi kelayakan hotel. Ada juga dari instansi lain seperti Dinas Lingkungan Hidup yang juga mengeluarkan rekomendasi terkait amdal,” kata Robi.

Baca Juga:  Sadis! Mabuk Miras, Pria di TTS Tega Bacok Istri hingga Terluka Parah

Ia menjelaskan, pihaknya hanya sebatas memberikan rekomendasi, sementara untuk izin usaha perhotelan itu dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Kita hanya sebatas memberikan rekomendasi saja, selanjutnya izin dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal,” jelasnya.

(rnc21)

  • 239
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed