oleh

ANTRA RI Tuntut Polda NTT Proses Hukum Bupati dan Mantan Bupati Rote Ndao

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Lembaga Amanat Penderitaan Rakyat Republik Indonesia (ANTRA RI) menuntut Polda NTT menindaklanjuti kasus dugaan korupsi terkait ASN mantan narapidana korupsi di Kabupaten Rote Ndao.

Tuntutan ini disampaikan dalam aksi damai yang digelar Kamis (10/6/2021) pagi di Mapolda NTT. Dalam orasinya, Ketua Antra RI, Junus Panie mengatakan kasus ASN napi korupsi di Rote Ndao telah merugikan keuangan negara mencapai miliaran rupiah.

Iklan Dimonium Air

“Kami menuntut agar penyidik Polres Rote Ndao menangkap dan memproses secara hukum Bupati dan mantan Bupati Rote Ndao yang diduga telah melanggar Undang-undang dengan tidak memberhentikan ASN Napikor sesuai perintah Undang-undang,” kata Junus.

Tuntutan lain, yakni meminta kepada Kapolri melalui Kapolda NTT agar mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Rote Ndao yang diduga tidak becus dalam memproses kasus ASN koruptor yang telah merugikan negara miliaran rupiah, dan terkesan berupaya meloloskan mereka dari jeratan hukum.

Polda NTT juga diminta lakukan supervisi dan audit kinerja Polres Rote Ndao terkait penanganan kasus ASN Napikor. “Mabes Polri agar menempatkan pejabat Polri di Polres Rote Ndao yang berani memberantas korupsi, yang diduga melibatkan penguasa,” kata Junus.

Selain itu, Antra juga menuntut adanya penegakan hukum di wilayah hukum Polres Rote Ndao yang tidak boleh diterapkan secara diskriminatif atau tumpul ke atas dan tajam ke bawah, tetapi harus berlaku adil atau memenuhi asas equality before the law.

Antra juga mendesak Polda NTT agar segera membuka dan mengusut hingga tuntas kasus tanah Ne’e dan tanah Oehandi yang diduga telah merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

(rnc)

 

  • 476
    Shares
Baca Juga:  Ada Penyimpangan Dana Desa, Kades Bolatena-Rote Ndao Dinonaktifkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed