oleh

Atasi Masalah Air Bersih, Pemkot Kupang Kerja Sama dengan Pemilik Sumur Bor

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mencari jalan keluar untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga Kota Kupang. Berbagai terobosan dilakukan di masa kepemimpinan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., dan dr. Hermanus Man, salah satunya memperjuangkan anggaran dari pemerintah pusat.

Hasilnya telah dijawab dengan pembangunan SPAM Kali Dendeng tahun ini. Proyek ini dikerjakan selama 15 bulan, mulai tahun 2020 dan akan selesai pada 2021 dengan anggaran sebesar Rp 189 miliar.

BACA JUGA: Wali Kota Resmikan Sumur Bor Berkapasitas 20 Liter/Detik, Layani 5 Kelurahan

Cara lain yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang adalah melakukan eksploitasi sumber-sumber air baku serta menjalin kerja sama dengan sejumlah pemilik sumur bor yang ada di Kota Kupang. Langkah tersebut dilakukan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., bersama Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar, Jhoni Ottemoesoe dengan mengunjungi langsung sejumlah pemilik sumur bor di Kelurahan Oesapa Selatan dan Kelurahan Penfui, Selasa (11/8/2020).

Wali Kota Kupang didampingi Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Asisten II Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan Direktur PDAM melihat titik sumur bor milik Marten Luther Tella di Kelurahan Oesapa Selatan. Sumur bor dengan kekuatan 10 liter per detik tersebut, kata Direktur PDAM, bisa menjangkau 1.000 pelanggan di Oesapa Selatan dan sekitarnya. Oleh sebab itu, tindaklanjut yang akan dilakukan PDAM adalah memperluas jaringan ke sejumlah rumah warga.

Direktur PDAM mengatakan sistem kerja sama yang dibangun tersebut semata untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang. Ia menguraikan untuk sementara sumur bor yang ada sudah mulai beroperasi dan melayani sekitar 300 pelanggan di Kelurahan Oesapa Selatan. “Untuk sementara, belum kita masukkan airnya ke reservoir, nanti sudah dibuat permanen untuk jangka panjang baru airnya dimasukkan ke reservoir. Nanti 34 kubik naik ke atas baru dialirkan ke jaringan dengan kekuatan 10 liter per detik. Semoga bisa menjangkau seribu kepala keluarga. Nanti kami ganti mesin pompa dan listriknya juga karena yang ini kecepatannya hanya dua liter per detik,” ujar Jhoni yang juga mantan Dirut PDAM Kabupaten Kupang ini.

Sementara titik lainnya yang dikunjungi Wali Kota Kupang dan rombongan adalah sumur bor milik Pak Boni. Sumur bor yang dipompa 24 jam tersebut bisa mencapai 8 liter/detik. Bahkan Boni sedang melakukan pengeboran tambahan satu sumur untuk dipakai kerja sama dengan PDAM Kota Kupang.
Selain itu, Wali Kota Kupang dan Dirut PDAM mengunjungi titik air di GMIT Marturia Oesapa Selatan. Ketua Majelis Jemaat GMIT Marturia, Pdt. Elianor V. Manu-Nale mengatakan sumur bor tersebut selain dipakai untuk kebutuhan gereja juga dipakai untuk melayani 18 KK di sekitar gereja. “Dengan jadwal pelayanan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu,” kata Pdt. Elianor.
Direktur PDAM Kota Kupang mengatakan bahwa sumur bor di GMIT Marturia berkekuatan 8 liter/detik kemungkinan bisa menjangkau 400-500 rumah warga.

Lokasi keempat yang dikunjungi Wali Kota Kupang dan rombongan adalah sumur bor milik Alo Tao di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa. Alo mengatakan sejak dahulu dirinya sudah berniat membantu masyarakat, namun baru saat ini dirinya dihubungi oleh PDAM.

BACA JUGA: Sambil Tunggu SPAM Kali Dendeng, Pemkot Kerja Sama dengan Pemilik Sumur Bor

Ia mengapresiasi PDAM dan Pemkot Kupang dengan terobosan baru tersebut. “Air di sini tidak pernah surut sekalipun dipompa terus-menerus,” katanya. “Musim panas juga tidak habis. Air bawah tanah ini semacam ada danau di bawah jadi tidak bisa kering. Jalur ini tembusnya sampai lokasi pohon duri Oesapa, genangan seperti danau di bawah,” sambung Alo.

Sementara itu, Wali Kota Kupang berharap semua masyarakat dapat terlibat mendukung pemerintah dalam setiap aspek pembangunan Kota Kupang, terutama dalam rangka pemenuhan air bersih. “Paradigma yang baru ini masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Pemerintah dan masyarakat bersinergi menemukan solusi dalam pemenuhan kebutuhan semua orang. Sumur bor ini kan ada banyak nanti, kita satukan dalam reservoir yang akan dibangun di sekitar sumur bor. Kumpul sedikit-sedikit kan jadi banyak,” kata mantan anggota Komisi X DPR RI ini. (*/PKP/sny/frd/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed