oleh

Hadiri Mabim PKMRI, Bupati Ende: Pemerintah Butuh Kritik Mahasiswa

Iklan Demokrat

Ende, RNC – Kader-kader PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik) harus mampu menjawab berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat serta memberikan pemikiran-pemikiran konstruktif bagi pemerintah melalui mekanisme yang tepat. Demikian disampaikan Bupati Ende, H. Djafar Achmad saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan masa bimbingan (mabim) PMKRI Cabang Ende St. Yohanes Don Bosco, Rabu (19/5/2021).

Djafar mengatakan, PMKRI adalah mitra pemerintah. Sebagai mitra, Pemkab Ende tentunya mengharapkan aspirasi serta kritikan yang obyektif apabila ada temuan penyimpangan dan ketidakberesan dalam roda pemerintahan.

Iklan Dimonium Air

“Ende milik kita bersama. Apabila di kemudian hari ditemukan penyimpangan atau ketidakberesan dalam roda pemerintahan, adik adik mahasiswa bisa mengkritisi. Pemerintah pasti mendengar serta mengakomodir suara, aspirasi dan harapan adik-adik,” ujar Bupati Djafar.

Ia menambahkan, pemerintah butuh pikiran-pikiran mahasiswa yang kritis sebagai wujud kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah. “Sebagai kaum intelektual, kami berharap adik-adik bersuara demi memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan cara-cara yang bermartabat,” pinta Djafar.

Sementara Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende, Oktavianus Erik Rome kepada RakyatNTT.com menyebutkan, mabim PMKRI tahun ini diikuti 77 peserta. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 19-23 Mei 2021. Adapun tema mabim tahun ini yakni ‘Membentuk Kader yang Berkarakter dan Berjiwa Kepemimpinan’.

Dengan tema tersebut di atas, Oktavianus berharap mabim kali ini dapat menghasilkan output kader-kader yang berkarakter yang dapat memimpin diri sendiri dan masyarakat. Juga mampu menanggapi situasi akhir-akhir ini dimana terjadi kekeroposan pada mentalitas dan karakter jiwa kepemimpinan.

Oktavianus juga berterima kasih atas kehadiran Bupati Djafar. Sebagai mitra pemerintah, PMKRI Cabang Ende tidak saja mendukung semua program pemerintah, namun juga akan menyuarakan kritik apabila ada ketidakberesan pada roda pemerintahan.

Baca Juga:  Selesaikan Persoalan Tanah di Ende, Wamen ATR/BPN Minta Dukungan Tokoh Adat

“Kami akan menyuarakan kritik apabila program-program pemerintah tidak mampu mengatasi persoalan masyarakat,” tegas Okto.

“PMKRI tidak akan mundur satu langkah pun dalam memperjuangkan hak-hak kaum yang tertinda. Tentunya dalam perjuangan itu, kami tetap menjaga eksistensi, obyektifitas dan integritas PMKRI,” pungkas Oktovianus.

(rnc16)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed