oleh

Ingin Rebut Demokrat dari AHY, Frans Djara Liwe Minta Kelompok KLB Dirikan Partai

Iklan Covid Walikota Kupang

Seba, RNC – Sejumlah mantan kader Partai Demokrat berencana untuk melaksanakan kongres luar biasa (KLB) untuk pengalihan kepemimpinan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Moeldoko. Hal ini membuat beberapa kader dari daerah tak henti-hentinya bersuara menyampaikan dukungan pada AHY.

Bahkan mereka pun tak segan memberikan saran lewat media pada kelompok yang ingin lakukan KLB.
Untuk kelompok KLB, ada saran dari selatan Indonesia, dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sabu Raijua, Frans Djara Liwe, di mana dirinya menyarankan agar kelompok tersebut mendirikan partai sendiri daripada merebut Partai Demokrat dari pemilik yang sah dan diakui oleh undang-undang.

Iklan Dimonium Air

Hal ini diungkapkan Frans-sapaan akrab Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sabu Raijua, Kamis (4/3/2021) di Seba. Menurutnya, langkah yang ditempuh oleh kelompok yang ingin melakukan KLB akan sia-sia. Karena menurutnya, seluruh kader akan patuh pada perintah partai. “Partai Demokrat ada AD/ART. Tidak semudah membalik telapak tangan jika ingin merebut Partai Demokrat dari Pak AHY, karena kami semua kader mendukung sepenuhnya kepemimpinan pak AHY,” pungkasnya.

BACA JUGA: Jeriko Tegaskan Semua DPC Demokrat di NTT tak Terlibat KLB Abal-abal

Menurutnya, Demokrat merupakan sebuah partai besar yang ditopang oleh seluruh kader yang loyal dan patuh pada perintah partai. “Kita kader Demokrat setia pada AHY, kalau ada kader yang tidak setia dan berkhianat mungkin mereka itu belum merasa puas pada apa yang pernah diberikan Demokrat,” tuturnya.

Lebih lanjut Frans juga menganalogikan partai Demokrat sebagai sebuah rumah besar yang ada pemiliknya dan pemimpinnya. “Demokrat besar dan itu rumah kita bersama, yang berhak mengatur seluruh isi rumah sekarang kan pak AHY yang kita percayai sebagai ketua. Seharusnya kalau mereka merasa Demokrat itu rumah milik mereka, bukan dengan cara-cara yang tak elegan merebut partai dan mengambil orang yang bukan kader jadi ketua. Itu kan aneh,” paparnya. (rnc)

  • 148
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed