oleh

Kuasa Hukum Jonas Salean Sebut Jaksa Belum Punya Cukup Bukti

Kupang, RNC – Kuasa hukum tersangka Jonas Salean, Yanto Ekon meragukan penyidik Kejaksaan mempunyai bukti kuat menetapkan kliennya menjadi tersangka. Pasalnya, menurut dia, belum ada bukti kuat tanah yang dibagi-bagikan tersebut milik pemda atau bukan.

Kepada awak media, Kamis (22/10/2020), Yanto menjelaskan sampai dengan penetapan tersangka hari ini, belum ada satu bukti permulaan yang dimiliki oleh penyidik bahwa tanah tersebut barang milik daerah.

BACA JUGA: Ini Kronologi Kasus Tanah Pemkot yang Jerat Jonas Salean dan Thomas More

Dikutip dari Merdeka.com, Yanto mengatakan perlu ada pengujian apakah barang ini milik daerah atau barang bukan milik daerah. Kalau bukan barang milik daerah, maka kasus ini bukan tindak pidana korupsi. “Kalau alasan penyidik SK bupati itu belum final tahun 1994, maka tanah seluas 77.800 meter persegi harus disita semua karena dikatakan itu belum final,” ujar Yanto.

Menurut dia, penentuan surat keputusan yang final atau belum merupakan pengadilan tata usaha negara bukan pidana. Pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan, namun tidak sependapat dengan penyidik yang menyatakan mempunyai bukti permulaan yang cukup, bahwa tanah itu adalah barang milik daerah atau aset pemerintah Kota Kupang.

BACA JUGA: Kajati NTT: Semua Penerima Tanah Berpeluang jadi Tersangka

“Kami akan koordinasi dengan klien kami, karena baru saja ditetapkan sebagai tersangka sehingga langkah-langkah hukum yang akan diambil nanti kami disampaikan. Penangguhan, permohonan pengalihan, praperadilan dan lainnya sampai saat ini kami belum sampaikan langkah yang akan kami lakukan, tetapi intinya kami sudah menyatakan pendapat kami, bahwa sampai dengan saat ini penyidik itu tidak punya bukti permulaan bahwa tanah ini barang milik daerah atau bukan,” ungkapnya. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed