oleh

Lawan Stunting, Pemprov NTT Bertekad Tanam 50 Juta Kelor hingga 2023

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengatakaan Pemerintah Provinsi NTT akan terus berupaya untuk menekan angka stunting untuk bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia yang baik, berkualitas, dan unggul.

Hal tersebut disampaikannya pada saat menjadi Keynote Speaker dalam ‘Webinar Nasional Dalam Rangka Pengabdian Pada Masyarakat’ dengan topik ‘NTT Bangkit Menuju Zero Stunting’ yang diselenggarakan pada Senin (15/3/2021). Wakil Gubernur hadir dalam webinar tersebut bersama para pejabat Eselon II Lingkup Pemprov NTT di ruang rapat Gubernur NTT.

Iklan Dimonium Air

“Menuju zero stunting ini adalah tantangan kita dalam menjawab masalah stunting itu sendiri. Ini adalah cita-cita dan tujuan kita bersama baik Pemerintah dan masyarakat agar saling bersinergi untuk mengatasi masalah stunting sesuai sasaran yang tepat. Kita semua bertekad untuk menuju zero stunting. Harus bisa tuntas,” demikian ditegaskan Wakil Gubernur.

“Saya membicarakan kaitkan visi dan misi Pemerintahan saat ini yaitu NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam bingkai NKRI. Mengapa kita gunakan kata bangkit karena kondisi kita di NTT yang masih tertinggal dan maka dari itu harus dibawa menuju kemajuan bersama dimana dengan pengelolaan sumber daya alam bagi masyarakat untuk penanganan stunting,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemprov NTT Mulai Proses Pulau Semau Masuk Wilayah Kota Kupang

Dijelaskannya sumber daya alam NTT ini sangat kaya dan juga sebagai aset. Aset jangan dibiarkan begitu saja melainkan harus dikelola dengan baik untuk menunjang kesejahteraan terutama dalam penanganan masalah stunting,” tambah Wakil Gubernur.

“Salah satu cara kami menekan stunting adalah dengan pengembangan tanaman kelor yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi sehingga dapat mendukung asupan gizi bagi masyarakat yang terkena stunting,” ujar Wakil Gubernur.

Baca Juga:  Update Data Bencana NTT: 177 Orang Meninggal, 45 Masih Hilang

Dijelaskannya saat ini, kelor NTT terus dikembangkan dengan di antaranya pengembangan kelor 50 juta pohon hingga tahun 2023, meningkatkan produksi dan mutu kelor, memperkuat pengembangan petani kelor, memfasilitasi kemitraan petani/produsen kelor dengan industri hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, mengembangkan kelor NTT untuk semakin dikenal luas di pasar domestik maupun mancanegara, menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed