oleh

Lima Dosen Undana Ditetapkan jadi Balon Rektor

Kupang, RNC – Senat Universitas Nusa Cendana (Undana) telah menetapkan 5 orang dosen Undana menjadi bakal calon (balon) Rektor Undana pada 16 Agustus 2021 lalu.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Undana, Dr.Drs. Siprianus Suban Garak,M.Sc, Jumat (16/8/2021) menyebutkan, hingga hari terakhir penutupan pendaftaran, tercatat ada 6 orang dosen yang mendaftar, yakni Prof. Dr. Simon Sabon Ola,M.Hum, Prof. Ir. Herianus D.J. Lalel,M.Si.,Ph.D, Prof. Drs. Mangadas Lumban Gaol,M.Si.,Ph.D, Dr.drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc, Ir. Frangky MS. Telupere,MP.,Ph.D dan Dr. Yendris Krisno Syamrud,SKM.,M.Kes.

Dari 6 orang dosen tersebut, 1 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat saat verifikasi dokumen yakni Prof. Ir. Herianus D.J. Lalel, M.Si.,Ph.D. Sedangkan lima balon lainnya dinyatakan telah memenuhi syarat dan akan siap bersaing mengikuti tahapan selanjutnya.

Menurut Siprianus, penetapan balon rektor Undana sudah sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 yang menjelaskan bahwa calon harus minimal 4 orang saat penutupan pendaftaran. Apabila sampai batas waktu pendaftaran belum mencapai 4 orang, maka pendataran akan diperpanjang.

“Panitia hanya memberikan berita acara ke Senat Undana untuk memutuskan dan mengakomodir para balon rektor agar mengikuti dalam beberapa tahapan selanjutnya,” ungkap Suban Garak.

Memgenai Prof. Ir. Herianus D.J. Lalel,M.Si.,Ph.D yang tidak memenuhi syarat verifikasi dokumen, Suban Garak menjelaskan, yang bersangkutan hanya tidak memenuhi persyaratan pengalaman manejerial.

“Saya ingin jelaskan, tugas kami panitia hanya melalukan verifikasi dokumen, setelah itu kami kirimkan kepada Senat untuk ditetapkan,” katanya.

Adapun beberapa tahapan penyaringan calon rektor Undana. Tanggal 18-20 Agustus 2021, balon rektor wajib menyerahkan dokumen visi, misi dan program kerja kepada panitia. Tanggal 25 Agustus 2021, pemaparan visi, misi dan program kerja secara terbuka. Tanggal 26 Agustus 2021 dilakukan penilaian dan penetapan tiga calon rektor. Penyampaian hasil penyaringan tiga calon rektor. Tanggal 27-31 Agustus 2021, penyampaian hasil penyaringan tiga calon rektor ke Mendikbudristek beserta dokumen kelengkapannya. Tanggal 1-15 Oktober 2021, pemilihan calon rektor Undana. Tanggal 1-20 Oktober 2021, penyerahan hasil pemilihan calon rektor kepada rektor. Tanggal 1-25 Oktober 2021, penyampaian calon rektor terpilih kepada Mendikbudristek. Tahapan berikutnya adalah penetapan dan pelantikan rektor Undana periode 2021-2025 pada 6 Desember 2021.

Baca Juga:  Asah Keterampilan Mahasiswa, LPPM Undana Gelar Pelatihan Menulis Opini

Salah satu balon rektor yang lolos verifikasi dokumen, Prof.Dr. Simon Sabon Ola,M.Hum mengatakan, motivasinya untuk mengikuti tahap pilrek Undana karena ingin mengembangkan Undana sesuai potensi yang dimiliki.

“Saya melihat Undana memiliki potensi beragam, salah satunya SDM dosen yang bergelar akademik guru besar atau profesor dan doktor sekitar dua ratus orang lebih yang tentunya ini menjadi satu keunggulan besar bagi Undana sebagai satu-satunya universitas negeri tertua di NTT,” terangnya.

Simon menambahkan, kerinduannya yang lain yakni ingin melakukan percepatan dari berbagai lini. Baik kepada dosen, mahasiswa dan pegawai demi tercapainya tujuan bersama.

“Bagaimana caranya? Itu nanti akan saya jelaskan dalam pemaparan visi, misi dan program kerja,” kata mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana.

Sementara Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, mengatakan, sebagai putra NTT dan sebagai bagian dari Undana, ia siap mengikuti proses tahapan berikutnya. Itu merupakan wujud keseriusan dan kesungguhannya untuk berkontribusi bagi pengembangan Undana ke depan agar menjadi lebih baik dari sekarang.

“Kita menghadapi tantangan masa depan yang penuh dinamika, tapi saya siap mengemban amanah jika dipilih oleh Senat Undana,” katanya. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 komentar

  1. Masyarakat sdh menunggu hasil seleksi rektor UNDANA yang bersih dari suku,agama. Beri kesempatan kepada orang dari luar Timor untuk menata lembaga ini. Sebab selama ini terlihat belum maksimal dan kualitasnya perlu lejih digenjot lagi. Itu semua bisa terjadi bila ada nuansa baru dari luar. Salam sehat segala lini.