oleh

Pembukaan Jalan Tani Diprotes Warga, Ini Penjelasan Kades Gololanak

Ruteng, RNC – Kepala Desa Gololanak, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Sebastianus Mbaik terus melakukan berbagai terobosan untuk kemajuan desa yang dipimpinnya. Saat ini, kepala desa dua periode itu sedang membangun jalan tani ruas Jengok-Rembuk-Pau Koe.

Beberapa ruas jalan tani telah berhasil dibangun pada tahun-tahun sebelumnya, di antaranya Basot-Wae Congkang dan Liang Tombang-Tolo.

Kali ini, kades Sebastianus mengaku mendapat protes dari seorang warga, Silvester Magu. Silvester keberatan karena satu pohon kemiri miliknya menjadi korban penggusuran pembangunan jalan. Protes Silvester berbanding terbalik dengan sebagian besar warga yang mendukung pembangunan jalan tani.

“Ia (Silvester) protes karena merasa jadi korban. Kalau sebagian besar warga sangat mendukung pembangunan jalan itu. Ia mengaku tidak dilibatkan dalam pembangunan jalan itu,” jelas Sebastianus kepada RakyatNTT.com, Jumat (10/5/2024).

Kepala Desa yang menjadikan Desa Gololanak sebagai pilot project pengelolaan dana desa itu menjelaskan, terkait pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Gololanak saat ini, termasuk jalan tani, semuanya telah melalui prosedur yang benar.

“Termasuk jalan tani Jengok-Rembuk-Pau Koe. Dalam perencanaan awal, sudah melalui rembug atau musyawarah bersama warga, bahkan sampai tiga kali rembug,” katanya.

Ia mengatakan, setiap pembangunan terutama pembangunan jalan tani, telah sesuai kesepakatan warga. Kesepakatan itu dituangkan dalam berita acara.

“Memang dalam berita acara tidak ada tanda tangan Silvester Magu, sebab saat musyawarah, dia tidak dating, padahal diundang. Selain Silvester, semua warga telah menandatangani sebagai bentuk persetujuan,” katanya.

Terkait pohon kemiri, Sebastianus mengatakan bukan hanya pohon kemiri milik Silvester yang terdampak penggusuran. Pohon kemiri milik warga lain juga ikut digusur.

“Tak ada yang keberatan karena ini demi kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau sekelompok orang saja,” katanya.

Baca Juga:  Survei Charta Politika: Elektabilitas Maksi Ngkeros Ungguli Hery Nabit dan Heri Ngabut

Ia membeberkan bahwa saat penggusuran berlangsung, Silvester datang mengajukan keberatan. Atas keberatan itu, aparat desa dan Silvester bersepakat menggeser alur jalan ke batas kebun Silvester dengan kebun warga lain.

“Semuanya berjalan baik. Saya menyayangkan sikap Silvester yang membesar-besarkan persoalan sederhana ini. Ini bukan untuk kepentingan kepala desa atau BPD atau Kaur saja. Ini untuk kepentingan masyarakat Desa Gololanak secara umum. Untuk sebuah langkah maju, memang kita mesti sedikit berkorban,” jelasnya.

Sebastianus menjelaskan, jalan tani yang telah dibangun, pasti ada manfaatnya. Memang bukan sekarang, tapi ke depan. Saat ini, ruas jalan tani yang baru dibuka tentu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, karena belum ditelford. Syarat jalan baru untuk ditelford adalah minimal dua tahun setelah penggusuran. Hal itu dimaksud agar saat pemasangan batu, tanahnya sudah padat.

“Saya menjamin semua pembangunan di Gololanak adalah untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Tidak ada yang mubazir. Kami sangat menghormati setiap perbedaan pendapat dari warga. Tetapi tidak berarti menghentikan pembangunan,” tegasnya.

Kepada warga yang merasa haknya diabaikan atau punya keluhan, Sebastianus meminta untuk datangi kantor desa dan sampaikan keluhan kemudian cari solusi.

“Jadi kalau ada warga yang keberatan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah desa, silakan datangi kantor desa untuk kita carikan solusinya,” tandasnya. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *