oleh

Resmi, 101 Titik Payment Point dan 157 Titik Wi-Fi Dimulai dari Naioni

Kupang, RNC – Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore melaunching 157 titik Wi-Fi gratis Kota Kupang dan 101 titik payment point Rabu (21/8/2019) pagi tadi. Acara ini berlangsung di Kelurahan Naioni yang merupakan salah satu daerah perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Wali kota dalam sambutannya mengatakan alasan utama acara launching Wi-Fi digelar di kelurahan Naioni, yakni pemkot ingin menunjukkan bahwa pelayanan Pemkot sangat merata hingga daerah-daerah pinggiran. Internet tidak hanya ada di tengah kota, tapi sampai di daerah-daerah pinggiran. “Pelayanan sudah menjangkau sampai ke pojok termasuk di Naioni. Bahkan di Naioni sudah ada pertandingan game online,” kata Jefri.

Ia mengatakan, sebanyak 157 titik Wi-Fi yang dipasang di seluruh kelurahan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Selain itu, dengan adanya internet gratis ini, maka bisa mengembangkan ekonomi masyarakat melalui payment point.

Sebanyak 101 titik payment point yang dilaunching ini merupakan kerja sama Pemkot Kupang dengan Bank NTT. Dengan adanya payment point maka pembayaran pajak, pembelian pulsa dan pembayaran tagihan lainnya melalui internet. “Kita buktikan Naioni bisa membayar PBB lewat internet karena sudah dipasang Wi-Fi,” ujar Jefri.

Bersamaan dengan acara launching Wi-Fi, wali kota juga menyerahkan bantuan beras (rastra plus) kepada warga Kelurahan Naioni. Ia mengatakan bantuan ini merupakan tanggungjawab pemerintah. Saat ini terdapat 26 ribu warga kota yang masuk basis data terpadu (BDT) yang merupakan warga yang perlu dibantu. Sementara pemerintah pusat hanya membantu 17 ribu orang. “Masih ada sembilan ribu yang tidak dibiayai. Tapi tahun depan kita upaykan 9.000 orang bisa dicover pemkot. Jadi semua masyarakat yang ada dalam BDT bisa menerima rastra,” jelas Jefri.

Baca Juga:  Pj. Wali Kota Minta Pertahankan Predikat Kota Toleran

Terkait ini, ia meminta camat dan lurah berpartisipasi aktif mendata warganya yang berhak menerima agar harus mendapat bantuan. “Saya juga minta tokoh-tokoh agama untuk bantu mengecek apakah namanya berhak atau tidak. Mulai sekarang pastikan bahwa semua yang layak dibantu harus masuk dalam BDT,” katanya.

Selain itu, mereka yang namanya masuk BDT bisa menjadi acuan untuk mendapat bantuan lainnya seperti beasiswa dan sebagainya. “Tolong kontrol betul-betul,” tegas wali kota.

Di kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang menjadi mitra strategis Bank NTT selama ini.

Ia menjelaskan dengan adanya payment point ini maka mempermudah masyarakat dalam pembayaran pajak dan sebagainya. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke bank atau dinas teknis, tapi cukup di kantor kelurahan. “Selain untuk pembayaran, masyarakat juga bisa jualan pulsa sehingga menghidupkan ekonomi masyarakat,” ujar Hilarius. Payment point ini merupakan salah satu program untuk mendukung smart economy Kota Kupang.

Acara launching ini dihadiri pimpinan OPD se-Kota Kupang, lurah, camat dan warga Kelurahan Naioni. (rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *