oleh

Selamatkan UMKM dengan Guyuran Stimulus Rp123,4 Triliun

Sabun Herbal Cyrus

Jakarta, RNC – Pemerintah serius melindungi UMKM dalam penanganan dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Sebab, UMKM menjadi sektor yang paling terdampak virus corona.

Untuk itu, pemerintah bakal siapkan anggaran sebesar Rp 123,46 triliun khusus untuk UMKM yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

BACA JUGA: Majukan UMKM, Pemkot Bagi Bantuan Alat Tenun dan Pemipih Jagung

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Senin (29/6/2020).

1. UMKM Bakal Diguyur Rp123,4 Triliun

Pemerintah bakal siapkan anggaran sebesar Rp123,46 triliun khusus untuk UMKM yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana Covid-19 ini memberikan dampak ekonomi Indonesia hampir di semua sektor. Salah satunya di sektor UMKM.

“Kami (pemerintah) mempersiapkan khusus UMKM ini Rp123,46 triliun. Jadi UMKM memang menjadi prioritas pertama pemerintah di anggaran 2020 karena UMKM itu yang pertama terpukul,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

2. Bentuk Stimulus untuk UMKM

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan insentif sebesar Rp123,46 triliun bagi UMKM itu dianggarkan untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk perbankan agar segera bisa restrukturisasi, jaminan, persiapan modal kerja baru, PPH final untuk UMKM yang ditanggung pemerintah, dan pembiayaan untuk LPDB.

“Sementara itu untuk kartu Pra Kerja hanya untuk pegawai yang terkena PHK. Dan UMKM yang namanya pengusaha kita berikan relaksasi kredit,” ungkap dia

Menurutnya dengan subsidi bunga, pemerintah menggelontorkan Rp35,28 triliun untuk 60.66 juta rekening UMKM. Di mana dari anggaran tersebut, Rp27,26 triliun untuk subsidi bunga yang diajukan melalui BPR, perbankan, dan perusahaan pembiayaan.

“Lalu Rp7,53 triliun untuk subsidi yang diajukan melalui KUR, UMi, Mekaar, dan Pegadaian. Dan Rp0,49 triliun untuk pengajuan melalui online, koperasi, petani, LPDB, LPMUKP, dan UMKM PEMDA,” tandasnya.

3. Kalau UMKM Tak Tertolong, Kemiskinan dan Pengangguran Bertambah

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, para pelaku UMKM perlu mendapat bantuan dari pemerintah. Sebab, jika dibiarkan, maka angka kemiskinan dan pengangguran akan bertambah.

“Kalau UMKM tidak tertolong maka angka kemiskinan, angka pengangguran akan semakin besar,” ujarnya.

Menurut Teten, para pelaku UMKM ini memiliki peranan penting bagi perekonomian negara. Bagaimana dari pengusaha yang ada di Indonesia 99% merupakan para pelaku UMKM.

“Paling terdampak itu UMKM dan kita tahun pasti dampaknya akan besar karena 99% pelaku usaha di Indonesia itu UMKM. Hanya 1% yang usaha besar,” ucapnya.

4. Teten Masduki Ingin Dapur UMKM Tetap Ngebul

Menteri Koeprasi dan UKM Teten Masuduki mengatakan, pada saat pandemi ini, bagi pengusaha besar bisa menunda investasi. Namun untuk pelaku UMKM, kegiatan bisnis harus terus berjalan.

“Sederhana saja lah kalau usaha besar yang tabungan pribadinya banyak kalau dalam situasi krisis ini pasti mereka akan menunda investasi. Kalau UMKM kan enggak bisa menunda investasi, dapur harus terus ngebul, jadi ekonomi akan didiminalisir oleh UMKM karena keterkaitan dengan perut nasi orang per orang,” ujarnya.

5. Masih Banyak UMKM Belum Rasakan Stimulus

Pemerintah siapkan anggaran sebesar Rp123,46 triliun khusus untuk UMKM yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana Covid-19 memberikan dampak ekonomi Indonesia hampir di semua sektor. Salah satunya di sektor UMKM.

BACA JUGA: Dukung Smart City, BI Ciptakan Aplikasi QRIS untuk UMKM Kota Kupang

Founder Oke Oce Sandiaga Uno memberikan apresiasi kepada pemerintah terkait hal itu. Tapi realisasi di lapangan dinilai masih banyak yang belum merasakan stimulus tersebut.

Maka itu, alangkah baiknya stimulus tersebut bisa direalisasikan dan dapat dirasakan oleh semua pelaku UMKM dengan cara menambah anggaran jika masih kurang.

“Jadi, stimulus bagi UMKM yang terdampak Covid-19 sudah lumayan, namun realisasinya ini banyak teman-teman UMKM yang belum merasakan termasuk 400.000 peserta UMKM yang tergabung dalam network OK OCE,” ujar dia.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed