Tercatat 13 Klub Pernah Juara ETMC, PSN Ngada Paling Sukses

ETMC 2022dibaca 3,272 kali

Kupang, RNC - Tahun ini, El Tari Memorial Cup (ETMC) sudah berusia 53 tahun. Dihitung sejak pagelaran perdana pada tahun 1969. Selama itu, setidaknya ada 13 tim yang pernah menjuarai ajang sepakbola paling bergengsi di NTT ini.

Dilansir dari berbagai sumber, PSN Ngada tercatat sebagai tim paling sukses di turnamen ini. PSN sudah 7 kali mengangkat tropi ETMC. PSN menjadi kampiun pada 1970, 1982, 1986, 1997, 2001, 2003 dan 2007.

Menyusul PSK Kabupaten Kupang sebanyak 6 kali. Walau menjadi salah satu tim tersukses, namun torehan prestasi PSK itu terjadi di era 1970-an hingga 1990-an. Terakhir kali PSK menjadi juara pada 27 tahun lalu, yakni tahun 1995.

Tim tersukses selanjutnya adalah Persami Maumere. Tim ini tercatat tiga kali mengangkat tropi ETMC, yakni tahun 1976, 1984 dan 2015. Selanjutnya, ada tiga tim yang sama-sama sudah 2 kali mengukir prestasi juara, yakni PSKK Kota Kupang pada tahun 2002 dan 2010, Perse Ende pada tahun 1999 dan 2017 dan Perseftim Flores Timur pada 1969 dan 2009.

Berikut daftar juara ETMC sejak tahun 1969:

1. PSN Ngada (7 kali juara): 1970, 1982, 1986, 1997, 2001, 2003 dan 2007

2. PSK Kab. Kupang (6 kali juara): 1972, 1979, 1988, 1991, 1993 dan 1995

3. Persami Maumere (3 kali juara): 1976, 1984 dan 2015

4. Perseftim Flores Timur (2 kali juara): 1969 dan 2009

5. Perse Ende (2 kali juara): 1999 dan 2017

6. PSKK Kota Kupang (2 kali juara): 2002 dan 2010

7. Perss SoE (1 kali juara): Tahun 2000

8. Persewa Waingapu (1 kali juara): Tahun 2004

9. Persim Manggarai (1 kali juara): Tahun 2005

10. Persap Alor (1 kali juara): Tahun 2006

11. Persada SBD (1 kali juara): Tahun 2011

12. Persamba Manggarai Barat (1 kali juara): Tahun 2013

13. PS Malaka (1 kali juara): Tahun 2019

Lalu, tim mana yang akan mengangkat tropi ETMC 2022 Lembata? Menarik ditunggu.

(rnc)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. TERLUPAKAN atau DILUPAKAN ?

    A True Story of Perseftim

    Salam Olahraga

    Apa kabar para penggemar setia sepakbola di bumi Lamaholot ? Terlepas dari kekisruhan dan kegagalan tim Kebanggaan kita Perseftim melaju ke fase Semifinal ETMC di Lembata, akhir akhir ini begitu marak pemberitaan di Media Online yang memberitakan mengenai daftar Perolehan Trophi ETC/ETMC sejak pertama kali digelar hingga tahun 2019. Di situ tertera bahwa Perseftim baru 2X merengkuh Trophi yakni pada pagelaran Edisi Perdana tahun 1969 dan Edisi 2009. Lantas.., apa benar demikian ???

    Sebagai Putra dari salah satu Legenda Perseftim & NTT ‘Cor Monteiro'(Alm) dan mengatasnamai seluruh keluarga besar mantan pemain Perseftim era 70’n yg telah mengharumkan serta menorehkan Tinta Emas dlm Sejarah Persepakbolaan NTT, seperti Stanislaus Kopong Kia, Om Sinyo Temaluru ( Alm), Om Bebe Corebima, Om Dei Lela, Om Pora Kumanireng (Alm) Om Alfons Riberu, Bpk Izak Hormu, Bpk Falens Fernandez (Alm), Om Gius Ola Padak, Om Stanis Mangu, Om Lamber Labi (Alm), dan masih banyak lgi yg mungkin tidak sempat saya sebutkan satu persatu baik yg masih hidup ataupun yg telah mendahului qt semua, dari lubuk hati yg terdalam merasa sangat KECEWA terhadap Pemberitaan tersebut, karena sesungguhnya berita tersebut sangat bertolak belakang dan tidak sesuai dgn Sejarah dan kenyataan.

    Prestasi manis nan membanggakan yg telah mereka torehkan dan diperjuangkan dgn begitu susah payah demi martabat bumi Flores Timur, seakan sirna dari rekam jejak sejarah. Entah karena para awak Media pada masa kini begitu minim akan referensi dan Narasumber, ataukah memang benar benar TERLUPAKAN dan bahkan DILUPAKAN ?? Oleh karena itu, maka alangkah baiknya saya mengajak kita semua untuk sedikit jauh mundur ke belakang di Era Tahun 70’an dimana waktu itu ETMC ( El Tari Memorial Cup ) masih menggunakan Format lama yaitu ETC ( El Tari Cup )

    El Tari Cup edisi perdana sejatinya pertama kali digelar di Tahun 1968 (bukan 1969 seperti yg diberitakan) dan pada waktu itu Perseftim berhasil Keluar sebagai Juara untuk pertama kalinya. Atas pencapaian tersebut, maka Perseftim didaulat sbgi Tim Kabupaten Pertama dari daratan Flores yg berhak mewakili NTT mengikuti seleksi di Jember, Jawa Timur tahun 1969 ( setara seleksi liga 2 Indonesia pada masa itu ).
    Dua Tahun berselang di tahun 1970 ETC edisi ke II kembali di gelar, dan Flores Timur dipercayakan sbgi Tuan Rumah. Masih dgn barisan skuad yg tdk jauh berbeda seperti : Stanislaus Kopong kia, Sinyo Temaluru, Lamber Loli, Rauf, Ola Baga, Kwegeng, Nama Paji, Bua Tokan, Nuen Bahi, para pemuda Laskar Lamaholot ini berjibaku demi mempertahankan Trophy ETC. Namun kali ini Perseftim harus mengakui keunggulan lawan lawannya, dan PSN Ngada berhasil keluar sbgi Juara. Tahun 1972 ETC digelar di Bajawa dan Perseftim lagi lagi harus puas menempati posisi ke 3 setelah terhenti di semifinal dan yg menjadi juara adalah PSK Kupang.

    Tahun 1974 ETC diselenggarakan di Maumere, dan pada momen inilah seorang pemuda kota Larantuka yg kala itu masih berusia 23 tahun dan baru saja kembali dari pendidikannya di STO (Sekolah Tinggi Olahraga) Surabaya, di bawah Panji Perseftim pemuda ini berhasil ikut menghantar Perseftim sbgi Juara ETC ke 2 kalinya, sekaligus menggemparkan Jagad Sepak Bola NTT dgn Melesakan 16 Gol di El Tari Cup Maumere 1974. Pemuda itu adalah ‘Cor Monteiro’ yg juga adalah Sepupu Kandung dari Legenda Indonesia Sinyo Aliandoe. Atas prestasi tersebut maka oleh Panitia El Tari Cup 1974, Cor Monteiro didaulat sbgi Top Scores/Goal Getter terbaik NTT sepanjang masa, yg bahkan hingga kini belum ada satu pemainpun yg berhasil memecahkan rekornya.

    Setelah berhasil menjuarai ETC 1974 di Maumere, maka di tahun berikutnya 1975, Perseftim kembali dipercayakan untuk mewakili NTT mengikuti seleksi 8 Besar juara Provinsi SeIndonesia di Banjarmasin Kalimantan Selatan, yg sesuai rencana apabila berhasil lolos maka akan berhak mengikuti liga Utama indonesia kala itu. Namun Apes bagi Perseftim karena Perseftim harus tergabung dlm Grup Neraka bersama Persebaya, Persema Malang dan Persiba Banjarmasin, yg nota bene mayoritas pemain2nya kala itu adalah pemain2 prof jebolan PSSI yang tentu saja skill dan jam terbang mereka jauh di atas Perseftim. Akhirnya sekalipun harus tersingkir dan mengakui keunggulan Lawan Lawannya, Perseftim tetap pulang dgn Kepala Tegak dan penuh dgn rasa bangga.

    Tiga Tahun berselang di tahun 1978, ETC kembali diselenggarakan di Kupang. Dan Perseftim kembali berhasil keluar sbgi JUARA untuk Ke 3 Kali. Atas Pencapaian dan Prestasi tersebut dan dgn memperhitungkan bahwa Perseftim adalah Kabupaten Pertama yg berhasil menjuarai EL Tari Cup sebanyak 3 KALI, maka Komda Provinsi memutuskan untuk MENYERAHKAN TROPHY ASLI EL TARI CUP ( ETC ), untuk di bawa pulang dan menjadi MILIK SELAMANYA bgi masyarakat FLOTIM. Setibanya di Larantuka Para Kontingen berkumpul di Gedung Balai Gelekat dan Menyerahkan Trophy tersebut langsung ke tangan Bupati yang menjabat saat itu Bpk. Drs. Anton Buga Langoday secara ceremonial sederhana. Saat ini Trophy asli tersebut ditahtakan di ruangan kerja Bpk Penjabat Bupati Flotim. Dan untuk MENGGANTIKAN TROPHY ASLI tersebut sekaligus mengenang Bpk Gubernur El Tari yg meninggal setahun berikutnya, maka dibuatlah Trophy Baru yg dinamakan dgn ETMC ( El Tari Memorial Cup ) yg pada akhirnya masih ttp diperebutkan hingga saat ini.

    Bertolak dari sejarah ini maka jika ditotalkan berarti Perseftim sudah 4 KALI MENJADI JUARA ( 3 KALI ETC 1968, 1974, 1978 & 1 Kali ETMC 2009 ) BUKAN 2 KALI seperti yg ramai diberitakan di Media media online akhir2 ini !!
    Demikianlah Sejarah dari Perhelatan Kompetisi Sepak Bola terakbar di NTT ini. Sungguh Miris memang.., Sejarah Manis dan Prestasi yg telah ditorehkan dgn Jerih Payah oleh Putra putra terbaik Lamaholot ini, ibarat suatu Mahakarya Mozaik yg terpisahkan dari kepingan kepingannya, hingga hanya meyisahkan celah dan ruang Kosong di antaranya.
    Mereka (Para pelaku Sejarah) tidak meminta untuk dihormati, mereka hanya menginginkan agar apa yang telah mereka perjuangkan ini diHARGAI, dan disimpan rapi dlm ingatan maupun Lembaran sejarah. Bagi kk ade masyarakat Flores Timur pada umumnya, dan pada khususnya semua yg merasa menjadi bagian dari angkatan keluarga Besar PERSEFTIM ERA 70’an, yg mungkin diantara sekian nama yg saya sebutkan masih memiliki hubungan pertalian darah, mari…., Atas nama Flores Timur torang bantu share artikel ini supaya generasi generasi torang berikutnya tau ttg betapa hebatnya kisah Perjuangan Para Laskar Lamholot ini, dan juga agar kedepannya berita yg dimuat harus berdasarkan referensi yg jelas, dan berasal dari Nara Sumber yg dapat dipertanggung jawabkan, baik saksi sejarah maupun pelaku sejarah

    Terimaksih 🙏🙏

    Catatan :
    Semua dokumentasi yg saya sertakan adalah asli peninggalan Almarhum Ayahanda Cor Monteiro yg hingga kini masih saya simpan dengan baik di rumah, bukan hasil saduran dari google, dan semua informasi ini saya dapatkan langsung dari para pelaku sejarah dan telah mendapatkan izin untuk diupload termasuk cerita yg dikisahkan langsung oleh ayah saya semasa hidupnya.