oleh

Terkait Hutang Peti Jenazah, Kadis Kesehatan Mabar Bohong

Labuan Bajo, RNC – Pengakuan Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Paulus Mami, terkait hutang peti jenazah Covid 19 yang katanya sudah dibayarkan, ternyata bohong. Merespon pemberitaan RakyatNTT.com berjudul “Terkait Hutang Peti Jenazah, Dinkes Mabar Bayar Cicil, Pengusaha Ogah Terima”, Kadinkes Paulus Mami memberikan penjelasan jika hutang tersebut sudah dibayarkan.

“Selamat sore semua, yang melakukan pesan peti jenazah adalah saudara Agus, dan kami telah membayar, dan saudara Agus telah menerima uang tersebut,” tulis Paulus Mami di grup WhatsApp Forum Peduli Mabar, Rabu (25/5/2022) malam. Dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, terkait berapa nominal yang telah dibayarkan. Tak hanya itu, Paulus Mami juga tidak memberikan penjelasan lanjutan, siapa Agus yang dimaksud?

Setelah dikonfirmasi lebih lanjut, dia menjelaskan hutang tersebut telah dibayarkan kepada pihak yang memesan peti jenazah Covid-19. “kami byr Ke org yg pesan peti,” jawabnya singkat. Media ini akhirnya berhasil menemui Agus yang disebut Kadis Paulus Mami. Agus rupanya seorang pegawai di RS Komodo, yang bertugas sebagai pemulasaran jenazah Covid-19.

Agus menjadi perantara penjual peti jenazah, dengan Dinas Kesehatan Manggarai Barat. Namun dia membantah telah menerima semua htang peti jenazah seperti yang dijelaskan Kadis Paulus Mami. “Uang peti yang saya terima tadi 20 juta. Untuk pembayaran hutang peti tahun 2021. Kalau dibilang uang itu sudah ada di saya, semua itu tidak benar,” kata Agus.

Ia menambahkan, Dinkes Mabar berencana melunasi hutang tersebut pada akhir Juni 2022 mendatang. “Dinkes janjikan sisanya akhir bulan Juni,” kata Agus. Uang tersebut, lanjutnya, rencananya akan diserahkan kepada Marselo Murang selaku pihak penyedia peti jenazah Covid-19. Akan tetapi, setelah dihubungi, Marselo enggan menerima jika hanya diberikan Rp 20 juta.

Agus menyayangkan sikap Kadis Paulus Mami yang seolah – olah menyudutkan dirinya. Padahal, ia telah membantu secara ikhlas mengurus peti jenazah Covid-19. Menurut Agus, tugas itu sejatinya dikerjakan Dinas Kesehatan. “Tahun 2020, mereka sudah tidak mau pusing lagi, akhirnya diserahkan ke saya. Saya juga heran, kenapa diserahkan ke saya? Tapi karena saya merasa bahwa itu sifatnya urgen, ya saya ikhlas lakukan,” ungkap Agus.

Sementara Marselo Murang selaku penyedia peti jenazah Covid 19, tetap konsisten menuntut haknya. Ia bersih kukuh agar hutang peti jenazah segera dilunasi semuanya. “Saya belum terima itu. Saya sempat dihubungi mau dibayar 20 juta dulu, sisanya bulan depan. Tapi saya tidak mau. Saya tetap konsisten, saya tidak akan terima kalau hanya dibayar 20 juta. Saya hanya terima kalau dibayar semua (85 juta),” jelasnya melalui sambungan telepon. (rnc23)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *