Atambua, RNC - Kepala sekolah SMA 3 Wesasuit, Desa Kabuna, Kecamatan Kakukuk Mesak, Kabupaten Belu, NTT kritis ditikam orangtua murid.
Pemicunya lantaran pelaku tidak terima anaknya ditegur karena tak ikut ujian (MS).
Frida Fahik Wakasek selaku saksi mata menjelaskan, sebelum kejadian dia bersama kepala sekolah sedang memeriksa anak-anak yang tidak ikut ujian.
Lalu kepsek menarik rambut salah satu siswa karena tak masuk sekolah. “Anak ini pulang dan mengadu ke orang tuanya. Lalu orang tuanya datang dan langsung menyerang kepala sekolah,” ujar Frida, Jumat (29/10/2026).
Dia mengatakan, pelaku datang lalu bertanya siapa kepala sekolah dan langsung menyerang menggunakan besi. “Korban mengalami luka pada bagian kepala dan lengan,” ujar Frida.
Dilansir dari digtara.com, Kasat Reskrim Polres Belu AKP Sujud Alif Yulamlam menjelaskan, kejadian berawal ketika pada pukul 08.00 wita di sela-sela apel pagi.
Saat itu korban yang merupakan Kepsek SMA 3 Wesasuit melakukan pengecekan terhadap anak sekolah yang tidak mengikuti ujian sekolah.
Salah satunya yakni YSM, saat itu tindakan yang diambil kepsek yakni dengan menarik rambut YSM dan mengarahkannya ke guru BK.
Tidak terima dengan perlakukan kepala sekolah anak ini langsung kembali ke rumah dan mengadukan ke orang tuanya AI.
Saat itu juga pelaku datang ke sekolah. Setelah sampai di pos jaga langsung bertanya di mana kepala sekolah. Saat itu korban menjawab dia adalah Kepsek yang dicari pelaku.
“Saat itu pelaku langsung mencabut satu buah besi dengan panjang sekitar 50 cm yang disisipkan di punggung dan menikam korban dan mengenai kepala bagian belakang,” katanya.
Setelah menikam kepala korban, pelaku juga secara membabi buta memukul korban yang mengakibatkan luka memar pada bagian tangan korban. “Saat ini korban dirawat di Puskesmas Haliwen, Atambua dan pelaku sudah kita amankan di Mapolres Belu untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya. (*/dig/rnc)


















Komentar