oleh

301 Mahasiswa Faperta Undana Ikut Program MBKM ke 32 Lokasi di NTT dan Jawa Barat

Kupang, RNC – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) melepas 301 orang mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di 32 lokasi mitra di dalam dan luar Provinsi NTT.

Melansir situs resmi Undana, acara pelepasan dihadiri Dekan Faperta, Dr. Muhidin Samsudin, M. Sc, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. Mayavira V. Hahuly, M.CP, WR II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Tomyco Olviana, SP., MMA, Koordinator MBKM Undana, Dr. Yetursance Y. Manafe, ST., MT, beserta sejumlah dosen Faperta.

Di hadapan ratusan mahasiswa MBKM, Dekan Faperta, Dr. Muhidin Samsudin, M.Sc mengatakan, MBKM sebagai bagian dari perubahan paradigma pendidikan tinggi, yang mana belajar saat ini tidak hanya dilakukan di ruang kelas, perpustakaan atau laboratorium, tetapi dilakukan di masyarakat, dunia usaha, industri (DUDI), maupun instansi pemerintah guna proses pematangan pengetahuan dan praktik.

Dekan Fapterta menyebut bahwa salah satu indikator utama kelulusan adalah mahasiswa menyelesaikan 20 SKS di luar kampus. Untuk itu, ia berharap agar indikator dari MBKM bisa dilakukan, yakni bisa berada dalam DUDI, kedua, bisa memperoleh pendapatan yang layak, dan juga bisa melanjutkan studi.

“Tolong bangun wawasan anda berkaitan dengan paradigma, jangan lagi berpikir selesai kuliah untuk jadi PNS. Tidak ada indikator pendidikan tinggi seperti itu lagi. Mudah-mudahan pesan indikator Pendidikan tinggi dapat dilakukan dalam waktu 6 bulan ini,” ujarnya ketika memberi sambutan pada acara pelepasan mahasiswa MBKM di Aula Faperta, Senin (8/8/2022) .
Sebagai pimpinan fakultas yang mewakili pimpinan universitas, pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar mahasiswa menjaga kehormatan institusi selama melakukan MBKM.

Koordinator MBKM Undana, Dr. Yetursance Y. Manafe, ST., MT mengatakan kegiatan pelepasan mahasiswa MBKM, tidak saja menjadi kebanggaan Faperta, tetapi bagian dari kebanggaan Undana, yang memberi dampak bagi Undana yang saat ini memasuki 60 tahun.

Baca Juga:  Undana Mulai Bangun Gedung FKKH Berlantai 4 Senilai Rp50 Miliar

Ia menjelaskan, MBKM sebagai upaya bagi mahasiswa melakukan experience learning guna bisa mengenal dunia kerja nyata. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada sejumlah mahasiswa yang memilih melakukan MBKM, baik di dalam dan luar NTT. Pihaknya menyadari memiliki kekurangan dalam melaksanakan MBKM. Karena itu, ia berharap para mahasiswa bisa memberi dampak dan menunjukkan bahwa mahasiswa Undana bisa membaca perubahan, dan membawa pengalaman dari luar untuk menambah pengalaman.

Sementara salah satu dosen senior Faperta, Dr. Ir. Leta Rafael Levis, M.Rur.,Mnt, dalam sambutannya menambahkan MBKM sebagai sebuah inovasi yang membutuhkan komitmen, kerja keras, waktu, dan semangat untuk berkolaborasi. Dalam analogi yang ia bangun, Levis menyebut, MBKM sebagai sebuah jalan terjal yang saat ini sudah mulai dibuka dan diberi aspal. “Walaupun masih kasar dan berkerikil, tetapi tahun depan, jalan itu akan kita aspal dan hotmix. Saya yakin tahun ini kita akan raih yang lebih baik dari tahun lalu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan sejumlah keuntungan MBKM, antara lain, memepercepat proses penyelesaian studi, mempercepat kelulusan dan pekerjaan, sebagai proses untuk menjadi petani milenial, memperluas wawasan, meningkatkan rasa kebersamaan, dan persatuan di antara mahasiswa, dan lain-lain.

Ia menyampaikan jumlah peserta 301 mahasiswa MBKM dari total mahasiswa 637. Artinya, jika secara kalkulasi student body, maka sebesar 46,6 persen. Artinya, Faperta Undana telah melampaui target yang diberikan, yaitu 30 persen. Para mahasiswa, jelas Levis, akan melakukan MBKM di 32 lokasi, di sejumlah wilayah seperti di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, dan juga di Lembang, Bandung. Bahkan dari 30 lokasi tersebut, para mahasiswa juga melakukan MBKM di 10 mitra berlevel nasional dan internasional. Karena itu, ia berharap para mahasiswa bisa berpraktek dengan baik dan membawa pulang pengalaman. (*/hms/rnc)

Baca Juga:  Pimpin HMP Matematika FST Undana, Dhea Balukh: Wadah Belajar Kepemimpinan

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *