oleh

Besok, Pemkot Launching GKH di Arena CFD, Ini Agendanya

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Dalam rangka mewujudkan Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera, Wali Kota Dr. Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota dr. Hermanus Man mempersiapkan Kota Kupang menuju kota metropolitan yang berwawasan lingkungan dengan melaunching Gerakan Kupang Hijau (GKH) di arena Car Free Day (CFD), Jalan El Tari, Sabtu (16/11/2019).

Informasi tersebut disampaikan Wali Kota Kupang Dr. Jefri Riwu Kore saat jumpa pers bersama media desk Kota Kupang di Aula Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (15/11/2019). Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut, menurut mantan Sekretaris Komisi X DPR RI tersebut, untuk mensosialisasikan langkah konkret kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui tiga aksi nyata yang berkelanjutan.

Aksi nyata yang akan dilakukan, yakni pertama, gerakan satu keluarga/kantor/badan usaha untuk menanam dan merawat satu pohon. Kedua, gerakan tanam air melalui pembuatan lubang biopori dan sumur resapan di ligkungan masing-masing. Dan ketiga adalah gerakan kurangi sampah plastik.

Dalam penjelasannya, Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini, mengatakan mengenai aksi tanam pohon, Pemerintah Kota Kupang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, badan usaha, perguruan tinggi, bank, koperasi, perusahaan swasta, toko dan lain-lain untuk berpartisipasi dalam gerakan ini. Caranya menanam satu pohon (bukan anakan) dengan tinggi 1-1,5 meter dengan diameter 10-15 cm (pohon sedang) atau pohon dengan tinggi 3,5 meter dengan diameter 35 cm (pohon besar) dengan jenis pohon yang adaptif terhadap cuaca/iklim di Kota Kupang.

Sementara pada jajaran OPD, perusahaan daerah, kecamatan, kelurahan, puskesmas wajib memelihara dua pohon. Khusus sekolah-sekolah menanam anakan pohon untuk mengedukasi siswa tentang pelestarian lingkungan.

Dalam acara ini turut diundang Uskup Agung Kupang, Ketua MUI, Ketua PHDI, Ketua Sinode GMIT, dengan adanya tokoh-tokoh agama lainnya untuk membantu menebarkan informasi tersebut kepada masyarakat.

Untuk gerakan tanam air juga tertuang dalam imbauan dan instruksi wali kota. Metode ini merupakan perwujudan upaya konservasi air untuk pemenuhan air jangka panjang sekaligus pencegahan genangan air yang biasanya terjadi di lingkungan perkotaan sebagai akibat dari pembangunan.

Sementara itu, untuk gerakan mengurangi sampah plastik, menurut anggota DPR RI dua periode ini, sampah plastik sudah menjadi masalah global yang dialami hampir seluruh negara/wilayah yang mengancam ekosistem lingkungan karena sulit terurai. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan menggunakan tempat minum dan makan serta memakai kantong/tas belanja yang dapay dipakai berulang-ulang.

Politisi Partai Demokrat ini, menegaskan sebagai contoh Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan 3.000 pohon untuk ditanam pada musim hujan di tahun 2019. Pohon yang ditanam berdiameter 3-4 meter. Pohon tersebut adalah trembesi, ketapang kencana, bougenvil, dan kelor.

Lebih lanjut dijelaskan dirinya akan membuat talk show dengan para tokoh agama. Selain talk show, ia juga akan road show ke gereja-gereja untuk menyampaikan gerakan ini. “Bisa juga disampaikan lewat suara gembala, dan warta mimbar. Kita harapkan kota ini menjadi kota yang maju, bersih, indah dari hari ke hari,” pungkas Jefri.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh para tokoh lintas agama di Provinsi NTT, yakni Uskup Agung Kupang, Ketua Sinode GMIT, Ketua MUI NTT, Ketua PHDI NTT, Ketua Umat Budha NTT, dan Forkopimda Kota Kupang. Aksi ini juga akan diikuti masyarakat umum, para ASN Pemkot Kupang, guru dan pelajar SD-SMP se-Kota Kupang. (rnc02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed